Medali Angka dalam Pendidikan Karakter dan Memahamkan Siswa dalam Membilang serta Menentukan Nilai Tempat

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam pembelajaran Matematika, angka menjadi menu utama bagi guru maupun siswa. Bagi yang suka matematika tentu tidak masalah, namun bagi yang tidak suka tentu sangat merisaukan. Hal ini berpengaruh terhadap pensikapan masing-masing siswa ketika berproses dalam belajar matematika.

Penggunaan alat peraga berupa medali angka dengan memaksimalkan kreativitas, akan mampu membelajarkan 3 hal sekaligus yaitu pendidikan karakter, membilang serta menentukan nilai tempat. Medali angka sebenarnya alat peraga yang sangat sederhana, guru tinggal membuat angka 0 sampai angka 9 pada kertas karton yang dibentuk lingkaran kemudian diberi pita atau tali. Kemudian bagilah anak-anak dalam beberapa kelompok dimana masing masing kelompok terdiri dari 10 anak. Cara pemilihan kelompok pun harus dipikirkan agar tidak membuat anak makin tegang dan tertekan. Misal dengan membagikan potongan origami yang berbeda warna pada tiap anak yang meletakkan tangannya dibelakang seperti sikap istirahat. Nah, yang sama warna berarti satu kelompok.

Langkah selanjutnya adalah tiap anak diminta mengambil satu medali yang sudah ada angkanya. Setelah semua mengambil, guru bisa menyampaikan ke anak-anak, “Jika medali di tangan kalian adalah angka yang paling kalian sukai, maukah kalian memberikan angka tersebut pada teman kalian dalam satu kelompok?”. Ketika anak-anak bilang “mau”, maka guru mempersilakan masing-masing anak memberikan medalinya kepada teman sekelompoknya yang ia pilih.

Baca juga:   Pembelajaran PAI dan BP dengan Metode Role Playing

Setelah semua melakukan, guru bisa memberikan sebuah pelajaran karakter berupa teladan yang bisa diambil dari Lebah. Seekor lebah tidak mungkin selamat dan bertahan dalam menghadapi musim dingin maupun musim panas jika terlepas dari kelompoknya. Lebah mendinginkan dan memanaskan sarangnya sesuai kebutuhan dengan bekerjasama. (Ary Ginanjar Agustian, 2016 : 78). Begitu juga dalam pembelajaran kelompok, satu sama lain saling melengkapi. Tidak ada yang lebih unggul dari yang lain, semua cerdas sesuai bidangnya masing-masing. Setelah anak-anak paham maka pembelajaran dilanjutkan.

Buatlah masing-masing kelompok yang terdiri dari 10 itu berkelompok urut sesuai dengan angka pada medali yang sudah dipakainya. Lalu guru menjelaskan bahwa kita akan mengenal bilangan dan nilai tempat. Jelaskan bahwa bilangan adalah suatu idea, sifatnya abstrak. Bilangan memberikan keterangan mengenai banyaknya anggota dari suatu himpunan. Sementaranilai tempat adalah nilai yang dimiliki suatu bilangan yang nilainya tergantung dari posisi atau letak bilangan tersebut. (Tia Purniati, M.Pd., 2009: 4)

Kemudian guru menyebutkan suatu bilangan misalnya 1.230, silahkan yang memakai medali maju sesuai angka dan nilai tempat yang saya sebutkan tadi. Untuk awal pasti anak-anak bingung, maka guru meminta siswa dengan medali angka 1-2-3-0 untuk maju. Dan kemudian membaca bilangan tersebut seribu dua ratus tiga puluh dengan nilai tempat ribuan angka 1, nilai tempat ratusan angka 2, nilai tempat puluhan angka 3 dan nilai tempat satuan angka 0. Lakukan berulang ulang sampai anak faham cara membaca bilangan dan menentukan nilai tempat.

Baca juga:   Perlunya Penekanan Pendidikan Karakter di Awal Pembelajaran Tatap Muka

Demikian tadi bagaimana menggunakan alat peraga medali angka untuk pembentukan karakter kerjasama yang sudah saya lakukan di SD Negeri 4 Sidorejo Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal, sehingga saat ada salah satu yang belum paham yang lain akan membantu, tidak menganggapnya beban apalagi bodoh. (dj2/ton)

Guru SD Negeri 4 Sidorejo, Kec. Brangsong, Kab. Kendal

Author

Populer

Lainnya