Fun Learning sebagai Strategi Meningkatkan Aktivitas Belajar PAI

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam proses pembelajaran, anak-anak tidak semata-mata menerima pelajaran dari guru, tetapi juga terjadi interaksi antara anak-anak dengan lingkungannya. Oleh karena itu guru harus kreatif dalam menciptakan situasi dan lingkungan belajar yang kondusif. Siswa diberi keleluasaan dalam kondisi yang menyenangkan, karena guru merupakan manager siswa di level kelas, maka perlu meningkatkan kemampuannya dalam memanage kelas dan harus mampu mengelola sumber belajar yang variatif. Kreativitas guru dalam mengelola sumber belajar tidak hanya mengkondisikan belajar yang menyenangkan, tetapi juga akan menumbuhkan kreativitas anak.

Menurut H. Moh. Shohib Ridwan, M.Pd.I, pembelajaran Pendidikan Agama Islam ketika sering menggunakan metode resitasi, cerita dan ceramah menjadikan proses pembelajaran masih bersifat teacher centered, siswa pasif dalam kegiatan pembelajaran karena diberi sedikit ruang untuk aktif dalam pembelajaran yang dilakukan, sehingga siswa cepat lelah dan bosan dengan materi pelajaran, karena tidak ada variasi dalam pembelajaran dan semua penyampaiannya bersifat monoton (membosankan).

Berdasarkan hasil pengamatan dalam proses pembelajaran di kelas diketahui selain mendengarkan, peserta didik juga menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru. Akan tetapi, proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP N 32 Semarang ini belum cukup kondusif akibat peserta didik yang sulit dikondisikan.

Baca juga:   Mudahnya Melaksanakan Penilaian Harian dengan Google Form

Guru Pendidikan Agama Islam perlu mengarahkan pembelajaran ke arah pembelajaran partisipatif. Yakni pembelajaran yang melibatkan keaktifan semua komponen pendidikan khususnya peserta didik dengan bertumpu asas demokratis, pluralisme dan kemerdekaan manusia (peserta didik). Guru sebagai fasilitator yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk berekspresi, berdialog, dan berdiskusi. Salah satu metode yang dilakukan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam rangka menjadikan keaktifan siswa adalah fun learning.

Tahap-tahap strategi fun learning ini adalah: (a) Perencanaan, guru membuat formula bermain-jawab, tebak gambar, dan permainan game dengan menyiapkan lagu serta hadiah sebagai bentuk apresiasi. (b) Pelaksanaan, siswa dikelompokkan menjadi tiga formasi, kelompok pertama menyiapkan materi tanya-jawab, kelompok kedua menyiapkan gambar dan jawaban yang sesuai dari materi tersebut, kelompok ketiga meyiapkan lagu yang mengiringi permainan game. Masing masing kelompok menunjukan kreatifitasnya masing masing. (c) Suasana kelas dikemas sesuai dengan aturan yang disepakati, masing-masing kelompok mengekspresikan formasi yang direncakanan, kelompok lain menyaksikan, menilai dan menanggapi ekspresi kelompok secara bergantian. (d) Evaluasi fun learning, dari hasil tanggapan masing-masing kelompok guru memilih formasi yang paling solid, aktif, kreatif, inovatif, semangat, dan taat terhadap aturan yang berlaku dan yang telah disepakati. € Kondisi kelas dibentuk sesuai dengan materi dan kreatifitas kelompok saat itu.

Baca juga:   Berinovasi dengan Metode Ceramah

Secara praktis, dengan fun learning keaktifan siswa meningkat, sehingga terlaksananya pembelajaran yang menyenangkan. Motivasi dan minat siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam bertambah, sehingga diharapkan pembelajaran yang diperoleh dapat lebih bermakna dari biasanya. (dj2/ton)

Guru PAI SMPN 32 Semarang

Author

Populer

Lainnya