Model DarLu dan HomVi Genjot Pembelajaran Masa Pandemi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Masa Covid-19 ini banyak orang tua merasa resah sementara pembelajaran di sekolah membutuhkan tambahan biaya paket pulsa. Kegiatan belajar-mengajar di berbagai lembaga pendidikan juga berubah. Pembelajaran yang semula tatap muka di kelas, bergeser menjadi pendidikan jarak jauh (PJJ) dengan sistem online maupun offline.

Hal ini juga membuat dunia kalangan pendidikan carut marut. Terutama para guru yang mengajar di pedesaan. Termasuk di SDN 1 Gubugsari. Penulis sebagai guru kelas V berusaha mencari solusi agar materi pembelajaran bisa tersampaikan tetapi tidak melanggar peraturan pemerintah yang berkaitan dengan protokol Covid-19. Kemudian guru mengadakan kegiatan pembelajaran menggunakan Daring, Luring dan Home Visite untuk mensiasati pembelajaran masa pandemi covid 19.

Karena situasi Covid-19 ini, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan peraturan Nomor 119 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Bab I Pasal 1 (1) berbunyi Pendidikan Jarak Jauh yang selanjutnya disebut PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui penerapan prinsip-prinsip teknologi pendidikan/pembelajaran.

Baca juga:   Optimalisasi Model Pembelajaran PBL dengan WA

Untuk mengantisipasi situasi pembelajaran ini guru kelas V mengembangkan kompetensi ketrampilan dalam menggunakan media DarLur dan HomVi. Dar kepanjangan Daring artinya dalam jaringan. Guru bisa mengirimkan pembelajaran melalui video pembelajaran, atau rekaman suara (voice) atau bisa juga melalui Zoom kelas V. Daring ini harus menggunakan media Handphone (HP) atau Laptop melalui Whatsapp (WA). Sedangkan Lur kepanjangan dari Luring adalah Luar Jaringan, artinya bila tidak ada HP maka menggunakan penugasan berbentuk tugas yang di-copy dan dibagikan dari guru ke siswa. Luring bisa dilaksanakan karena situasi dan kondisi misalnya tidak memiliki HP atau jauh dari jaringan. Hom kepanjangan dari Home yang artinya rumah. Vi kepanjangan dari Visite artinya kunjungan, yaitu guru mengadakan kunjungan ke rumah bisa secara kelompok atau individu tergantung kebutuhan.

Guru melaksanakan langkah-langkah DarLur dan HomVi sebagai berikut: 1) Guru menjelaskan tentang pembelajaran Daring, Luring, dan Home Visite; 2) Guru mendata siswa yang memiliki HP sendiri, HP yang dipegang orang tua, ataupun lokasi rumah yang jaringan sinyal tidak terjangkau; 3) Guru membentuk kelompok belajar siswa terdiri dari 3-4 orang; 4) Guru mengirimkan tugas melalui Group Whatshapp; 5) Siswa mengumpulkan tugas tiap pagi ke sekolah dikumpulkan oleh ketua kelompok; 6) Setelah dinilai guru menghubungi ketua kelompok untuk mengambil buku tugas atau guru langsung membagikan ke kelompok belajar sekalian home visit; 7) Guru mengirimkan format nilai ke group sehingga semua siswa bisa melihat nilai yang diperoleh.

Baca juga:   Kembangkan Pembelajaran Kebugaran Jasmani dengan Pendekatan Bermain

Setelah guru melaksanakan proses pembelajaran melalui DarLur dan Home Visite bisa menambah keakraban guru, siswa, dan orang tua. Terbukti banyaknya orang tua yang menanggapi adanya tugas DarLur dan Home Visite secara baik. Orang tua yang resah tidak memiliki HP bersyukur karena adanya belajar kelompok. Semoga model Daring, Luring dan Home Visite di SDN 1 Gubugsari bisa menginspirasi bagi kalangan guru dan orang tua. (pai2/ton)

Guru SDN 1 Gubugsari Pegandon, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya