Dengan Pendekatan Make A Match, Hasil Belajar Siswa Meningkat

Oleh : Dra Sri Wahyuni

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Salah satu bagian dari mata pelajaran IPS yang kurang diminati siswa dalam belajar IPS pada pelajaran sejarah. Mayoritas siswa menolak dan menghindari pelajaran IPS, alasan siswa antar lain, bahan ajar itu sulit, banyak menghafal dan kurang menarik karena cara penyampaiannya banyak dilakukan dengan ceramah (cerita). Untuk menyikapi permasalahan tersebut, guru harus memiliki beragam kemampuan yang dapat menunjang tugasnya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Salah satu tuntutannya adalah memiliki kreasi dan daya inovatif dalam mengembangkan model-model pembelajaran yang menarik siswa. Sehingga pembelajaran yang semula dianggap sulit dan dianggap membosankan menjadi menarik. Tidak hanya menarik tetapi yang utama adalah mampu meningkatkan hasil belajar siswa seperti yang tertuang dalam tuntutan kurikulum.

Menyikapi kondisi tersebut penulis sebagai guru IPS kelas VII A yang harus menyiapkan siswa menuju ujian akhir kenaikan kelas selalu berusaha memperbaiki pembelajaran dengan mengondisikan pembelajaran yang memudahkan, mengasyikkan, dan menyenangkan bagi siswa. Usaha tersebut akan diwujudkan dalam suatu penelitian tindakan kelas yang akan menerapkan pembelajaran Make A Match berbanyuan media kartu.

Baca juga:   Melatih Keberanian Menjawab Pertanyaan dengan Talking Stick

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS melalui pendekatan Make A Match berbantuan media kartu bagi siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bandar Semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Bandar sebanyak 32 siswa, yang terdiri atas laki-laki 14 siswa dan perempuan 18 siswa. Dalam penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan hasil belajar siswa, dari 43,48 persen pada prasiklus, naik menjadi 65,22 persen pada siklus I. Kemudian pada siklus II naik menjadi 82,61 persen. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa, dari 59,57 pada prasiklus, naik menjadi 69,13 pada siklus I, kemudian pada siklus II naik menjadi 81,30, ada peningkatan yang cukup signifikan.

Adapun saran yang harus dikemukakan dari teman sejawat sebagai observer yang selalu memantau kegiatan guru di kelas, dan membantu guru mencari strategi, pendekatan/metode yang tepat guna peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya. Guru hendaknya senantiasa mengembangkan pendekatan yang tepat untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran, terutama menerapkan penggunaan metode Make A Match berbantuan media kartu untuk meningkatkan hasil belajar siswa, dan siswa sebaiknya diarahkan untuk aktif dalam proses pembelajaran serta dimotivasi untuk dapat meningkatkan hasil belajar melalui penerapan metode Make A Match berbantuan media kartu dalam pembelajaran IPS. (pai1/ida)

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Model Bangun Ruang

Guru IPS SMP Negeri 3 Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya