Belajar Daring Praktikum Akuntansi Tak Lagi Jadi Masalah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEGIATAN praktik merupakan nafas pembelajaran di SMK, terutama untuk mata pelajaran produktif atau kejuruan. Tak terkecuali di SMK Negeri 3 Jepara pada kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), dari kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilaksanakan. Hal terberat bagi guru kejuruan ada pada pelaksanaan praktikum yang merupakan kegiatan wajib di sekolah kejuruan. Dari keseluruhan pembelajaran, sekitar 65 persen merupakan materi kejuruan dan praktikum. Misal untuk kompetensi Keahlian AKL di kelas XI, terdapat 31 jam pelajaran kejuruan dari keseluruhan jam pelajaran di kelas XI yaitu 48 jam pelajaran per minggunya. (Perdirjen Dikdasmen nomor 07/D.D5/KK/2018 tanggal 7 Juni 2018, tentang Struktur Kurikulum SMK/MAK).

Karena itu, guru harus mampu melakukan inovasi pembelajaran sehingga siswa dapat memahami dan mempraktikkan materi, sesuai dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang diharapkan. “Belajar tidak hanya diukur dengan indeks prestasi dan nilai ujian semata. Belajar bukan hanya aktivitas melukiskan di atas papan tulis apa yang diketahui orang lain (Colin dan Malcolm:2002).”
Seperti halnya yang penulis alami saat mengajar mapel Praktikum Akuntansi Lembaga/Instansi Pemerintah di kelas XI AKL dimana mapel tersebut baru diberikan di kelas XI. Artinya siswa belum pernah mendapat materi tersebut sebelumnya. Pada kompetensi dasar menganalisis transaksi pendapatan daerah, siswa mengalami kesulitan karena materi tersebut menuntut kemampuan siswa untuk dapat menganalisis transaksi sehingga nantinya dapat dibuat jurnal yang tentu saja sangat memerlukan bimbingan langsung dari guru.

Baca juga:   Menjadi Youtuber untuk Belajar Jurnal Penyesuaian

Melihat permasalahan tersebut, maka penulis mulai melakukan survei dengan siswa tentang pembelajaran praktik seperti apa yang akan digunakan. Tentunya dengan pertimbangan waktu dan biaya. Dari hasil survei menggunakan google form, sebagian besar siswa memilih pembelajaran daring menggunakan video tutorial, sehingga siswa dapat memutarnya berkali-kali pada saat mereka masih memerlukan pemahaman.

Dalam mempersiapkan bahan ajar, guru harus menyusun jobsheet dilengkapi dengan lembar kerja untuk aplikasi praktiknya. Tidak lupa membuat video tutorial atau memberikan link youtube, kemudian di-share ke siswa pada saat jam pelajaran. Siswa diberikan kesempatan untuk melihat dan memahami materi melalui video tersebut. Guru dan siswa melakukan KBM interaktif menggunakan whatsapp group ataupun google classroom untuk mendiskusikan materi yang telah dijelaskan melalui video tutorial. Penjelasan pembelajaran praktik melalui video tutorial tersebut, menurut siswa lebih mudah dipahami. Karena pada saat mengerjakan tugas praktik yang diberikan oleh guru, siswa tetap dapat menyimak ulang video sebagai panduan mengerjakan lembar kerja praktik. Dengan waktu yang telah ditentukan, siswa dapat memberikan umpan balik dengan membuat presentasi sederhana untuk menjelaskan dan mempresentasikan tugas yang berupa hasil praktik. Guru memberikan kebebasan kepada siswa dalam mengerjakan apakah dikerjakan sendiri atau bersama siswa lainnya, menggunakan cara apapun dalam menjelaskan hasil pekerjaan mereka, menggunakan video tutorial kreasi mereka sendiri, juga melalui slide presentasi.

Baca juga:   Jobsheet sebagai Alat Peraga yang Efektif dalam Pembelajaran Praktik

Penerapan metode ini ternyata dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam melakukan pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal, terbukti dari paparan jawaban dan juga lembar kerja yang telah mereka kerjakan, dari berapa kali praktik menunjukkan peningkatan, karena secara tidak langsung mereka belajar memahami terlebih dahulu materi yang akan mereka jelaskan. (pai1/ida)

Guru Akuntansi SMK Negeri 3 Jepara

Author

Populer

Lainnya