Belajar Asmaul Husna Mudah dan Menyenangkan dengan Tepuk Tangan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran menjadi salah satu fasilitas yang dapat berpengaruh besar dalam membentuk manusia yang bermutu, dalam pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dan peserta didik.

Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi dan kreativitas pengajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan atau kompetensi peserta didik melalui proses belajar. Desain atau strategi pembelajaran yang baik ditambah dengan kreativitas guru, akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.

Pada pembelajaran kelas 1 di SDN Sidorejo 01 salah satu KD 3.5 yaitu ”memahami makna Asmaul Husna Ar-Rahman, Ar-Rahim dan Al-Malik “. Dalam pembelajaran di kelas rendah biasanya siswa lebih cepat bosan jika pembelajaran monoton saja, itu sebabnya seorang guru tidak boleh cepat puas dengan apa yang dicapai, melainkan harus terus berupaya untuk menjadi lebih baik (H.D Iriyanto, 2012).
Maka guru dituntut untuk berinovasi dan berkreasi dalam proses belajar agar tercipta pembelajaran yang lebih menyenangkan dan mengasyikan tanpa mengurangi tujuan pembalajaran. Salah satunya dengan kegiatan tepuk tangan. Tepuk adalah salah satu metode ice breaking yang lazim digunakan oleh guru dalam mengelola siswanya. Dengan tepuk guru dapat lebih mudah mengondisikan siswa. Siswa yang semula ramai dapat dikontrol menjadi tenang dan mengikuti apa yang diintruksikan guru.

Baca juga:   Media Animasi Bikin Belajar PAI Makin Asyik

Dengan tepuk tangan pula kemampuan konsentrasi anak dapat dilatih, yaitu kemampuan motorik kasarnya, sehingga dengan kata lain dengan tepuk tangan kecerdasan siswa dapat ditingkatkan. Karena melalui tepuk tangan, ternyata dapat membantu sirkulasi darah ke otak menjadi lancar. Faktanya lagi sedikit guru SD yang menggunakan teknik tepuk ini dalam pembelajaran di ruang kelas.
Padahal jika guru meluangkan sedikit waktunya untuk mempelajari tepuk ini, guru bisa lebih mudah mengendalikan siswa dan menjadikan belajar lebih menyenagkan. Dan tentu saja pada akhirnya, materi pelajaran dapat diserap secara maksimal oleh siswa.

Sebelum masuk pada materi pelajaran awali dengan tepuk yang menggugah semangat siswa terlebih dahulu seperti tepuk semangat. Setelah konsentrasi siswa terarah kemudian masuk pada materi pembelajaran menghafal Asmaul Husna dan artinya dengan metode tepuk tangan yang liriknya sudah dibuat oleh guru sebelumnya.

Pertama guru mencontohkan tepuk Asmaul Husna dengan lirik Asmaul Husna dan artinya, siswa diminta untuk ikut bertepuk tangan, setelah itu siswa diminta menirukan sampai beberapa kali. Terbukti pada KD Asmaul Husna Ar-Rahman, Ar-Rahim dan Al-Malik serta artinya siswa lebih bersemangat dan antusias dalam proses pembelajaran dan mereka lebih cepat hafal dan mengerti makna Asmaul Husna tersebut.

Baca juga:   Home Visit Alternatif Pembelajaran PAI di Masa Pandemi

Dengan penerapan pembelajaran dengan tepuk tangan tersebut siswamenjadi aktif, terjalin kerja sama yang baik diantara siswa sehingga tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan, dan mudah diingat oleh siswa. (pai1/lis)

Guru PAI SDN Sidorejo 01 Kec. Gringsing, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya