Peningkatan Hasil Belajar Materi Salat Sunnah melalui Model STAD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Materi Salat Sunnah di lingkungan Pendidikan Menengah Pertama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari Pendidikan Agama Islam.

Dari sisi lain, mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP Negeri 3 Tirto menjadi mata pelajaran yang tidak diminati oleh siswa karena berbagai faktor. Sehingga prestasi belajar siswa pun rendah. Oleh karena itu harus ada upaya sungguh–sungguh dari mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti ini untuk menciptakan pembelajaran efektif yang berorientasi pada Active Learning sehingga hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti ini dapat meningkat.

Hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kulitas pengajaran yang dimaksud adalah professional yang dimilki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perlaku (psikomotorik). Sedangkan kemampuan siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan.

Baca juga:   Pengaruh Penguasaan Kosakata dan Tata Bahasa Indonesia Terhadap Kemampuan Menulis Eksposisi

Seorang guru dapat memilih dengan tepat model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa dan karakteristik materi yang akan dibahas. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dalam kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Guru dituntut untuk menguasai berbagai macam metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa. Hal ini menuntut perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, strategi pembelajaran, maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran Salat Sunnah tidak terlepas dari kemampuan guru dalam membelajarkan siswa di kelas.

Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu metode atau pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakan pendekatan kooperatif dalam kelas, STAD juga merupakan suatu metode pembelajaran kooperatif yang efektif. Pembelajaran koorperatif type STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dari Universitas John Hopkin USA (MadeWena, 2010: 192).

Setelah diterapkan dalam pembelajaran ini mempunyai dampak yang baik. Siswa bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok. Siswa aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok. Interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat. Sedangkan pembentukan kelompok dan penataan ruang kelas sesuai kelompok yang ada dapat dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Dengan demikian, dalam kegiatan pembelajaran tidak ada waktu yang terbuang untuk pembentukan kelompok dan penataan ruang kelas.

Baca juga:   Tingkatkan Motivasi Belajar Munakahat Siswa melalui Video Akad Nikah

Pembelajaran kooperatif memang memerlukan kemampuan khusus guru, namun hal ini dapat diatasi dengan melakukan latihan terlebih dahulu. Sedangkan kekurangan-kekurangan yang terakhir dapat diatasi dengan memberikan pengertian kepada siswa bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, siswa merasa perlu bekerja sama dan berlatih bekerja sama dalam belajar secara kooperatif. Dengan demikian hasil belajar menjadi baik, itu berarti rata-rata di atas KKM. (bp1/ton)

Guru PAI – BP SMP Negeri 3 Tirto, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya