Pendidikan Karakter di saat Pembelajaran Jarak Jauh

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran jarak jauh saat ini masih berjalan seiring kondisi yang belum memungkinkan diadakannya kegiatan tatap muka. Akibatnya, banyak hal yang biasa kita lakukan pada saat tatap muka di sekolah tidak mudah kita lakukan pada saat kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Demikian juga dengan pembinaan karakter siswa yang biasa kita lakukan untuk dapat membentuk kepribadian peserta didik yang unggul dan berkarakter yang merupakan salah satu misi dari sekolah kami yaitu membentuk generasi yang berkarakter. Karakter peserta didik menjadi salah prioritas utama dalam kegiatan pembelajaran. Yang telah yang diadakan di SMP Negeri 26 Depok untuk pembinaan karakter peserta didik selama PJJ antara lain: pertama, setiap hari Senin sebagai pengganti upacara bendera siswa diwajibkan menonton You Tube Channel “video pembelajaran dua enam” yang berupa sambutan dari kepala sekolah atau guru yang isinya tentang nasihat maupun pembinaan siswa yang dikaitkan dengan hari-hari penting dalam bulan bulan berjalan.

Sehingga anak-anak masih dapat mengambil hikmah sambutan yang disampaikan dalam video di YouTube untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti Hari Pendidikan Nasional, HUT RI, Hari Olahraga Nasional, G 30S PKI, Hari Kesaktian Pancasila, Sumpah Pemuda dan lain-lain yang dapat mencerminkan sikap nasionalis.

Baca juga:   Penggunaan Aplikasi HP dalam Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19

Kedua, pada hari Jumat anak-anak diminta melakukan salat duha di rumah dan melaporkannya melalui aplikasi berbasis website yaitu www.padlet.com kepada wali kelas masing-masing. Kegiatan salat duha yang biasanya dilaksanakan di sekolah tetap dapat dilaksanakan di rumah untuk meningkatkan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT walaupun dilaksanakan sendiri tidak berjamaah seperti yang dilakukan di sekolah.

Aspek religius tercermin dari kegiatan ini karena hal ini akan makin mempertebal rasa keimanan kepada Sang Pencipta terlebih lagi pada saat pandemi seperti ini kita seharusnya makin mendekatkan diri kepada Tuhan untuk dapat menghadapi wabah Covid-19.

Ketiga, setiap hari Rabu anak-anak melaporkan kegiatan literasinya selama satu minggu kepada wali kelasnya tentang buku apa yang sudah dibaca dan isi bacaannya. Hal ini bertujuan untuk membiasakan anak membaca sehingga wawasan peserta didik akan berkembang luas dan dapat memacunya untuk belajar dengan tekun untuk mencapai cita-cita yang telah diimpikan di masa yang akan datang.
Membaca merupakan jendela dunia untuk dapat mengerti dan mempelajari tentang hal-hal yang jauh dari lingkungan kita maupun ilmu-ilmu yang baru sehingga akan dapat memotivasi siswa untuk bisa menatap dunia dengan kemampuan yang dimilikinya.

Baca juga:   Kelas Basis sebagai Model Pengelolaan Kelas yang Dinamis

Keempat, melaporkan kegiatan kepeduliannya terhadap keluarga dan lingkungannya. Seperti membantu pekerjaan orang tua di rumah antara lain mencuci piring, menjemur pakaian, menyiram tanaman, menyapu dan mengepel lantai, memberi makan hewan peliharaan di rumah sampai peduli dengan tetangga sekitar rumah melalui foto yang dikirimkan melalui aplikasi.padlet.com.

Tentunya ini dapat menumbuhkan jiwa gotong royong dan mandiri. Dalam PJJ sangat penting komunikasi antara sekolah dan orang tua/wali murid untuk dapat saling menguatkan dalam pembentukan karakter peserta didik. Tentunya sekolah tidak bisa sendirian untuk membentuk kepribadian peserta didik, maka dari itu peran serta orang tua sebagai pengontrol putra-putrinya sangat menentukan keberhasilan dalam pembentukan karakter selama pembelajaran jarak jauh. (bp1/lis)

Kepala SMP Negeri 26 Depok, Jawa Barat

Author

Populer

Lainnya