Tingkatkan Keterampilan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi dengan Field Trip

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Penuangan ide atau gagasan yang disuguhkan melalui bahasa tulis merupakan aktivitas produktif. Salah satu suguhan ide yang erat kaitannya dengan produksi keilmiahan yaitu teks laporan hasil observasi. Harsiati (2014:129) menyatakan bahwa Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang suatu objek atau situasi, setelah diadakannya investigasi/penelitian secara sistematis. Interpretasinya bahwa teks laporan hasil observasi merupakan teks yang berfungsi memaparkan objek berdasarkan sebuah penelitian.

Menulis teks laporan hasil observasi merupakan topik pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas X Jenjang SMK. Tuntutannya siswa kelas X harus mampu menguasai topik tersebut. Namun banyak siswa kelas X AKL 1 SMK Negeri Karangpucung yang memperoleh nilai di bawah KKM. Dari siswa yang berjumlah 36 siswa, 21 siswa belum mencapai nilai KKM 70.

Faktor penyebab adanya permasalahan tersebut, dikarenakan penggunaan metode yang diaplikasikan kurang menstimulasi potensi siswa. Diperoleh informasi pula bahwa metode yang digunakan pada saat pembelajaran berlangsung pada topik tersebut yakni metode diskusi. Kendati pada pelaksanaan pembelajarannya terdapat penggunaan metode pembelajaran, namun metode tersebut kurang mendukung ketercapaian hasil belajar menulis teks laporan hasil observasi siswa. Penggunaan metode yang tepat yakni yang mampu menyingkronkan antara metode dengan tujuan pembelajaran. Metode yang dianggap tepat adalah adalah metode field trip.

Baca juga:   Urgensi Pendidikan Agama Islam dalam Proses Pembelajaran Siswa SD

Ada beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan guru dalam menerapkan metode field trip pada pembelajaran. Abimanyu (2008: 7.8-7.8) menyebutkan langkah-langkah tersebut yaitu: Kegiatan pembukaan dilakukan di sekolah sebelum berangkat ke lokasi karya wisata atau dapat dilakukan di lokasi karya wisata sebelum turun ke lapangan. Kegiatan inti, kegiatan yang dilakukan oleh siswa saat berada di tempat yang dikunjungi. Kegiatan ini meliputi: melakukan observasi terhadap objek sasaran belajar; mewawancarai nara sumber dan mencatat informasi yang disampaikan secara lisan oleh nara sumber; mengumpulkan leaflet booklet yang ada; sesuai dengan skenario yang disiapkan guru dapat juga diselenggarakan seminar atau diskusi dengan nara sumber. Kegiatan penutup meliputi: menyuruh siswa melaporkan hasil karya wisata dan membuat rangkuman; melakukan evaluasi proses dan hasil karya wisata; merupakan tindak lanjut berupa tugas yang sifatnya memperkaya hasil karya wisata.

Kelebihan metode Field Trip (karya wisata) yaitu: siswa dapat belajar langsung di lapangan sehingga pengetahuan yang diperoleh nyata, hidup, bermakna dan komprehensif. Siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari masalah atau pertanyaan tentang materi yang dipelajari dengan melihat, mendengar, mencoba dan membuktikan sendiri secara langsung.

Baca juga:   Korelasi Antara Pendidikan Budi Pekerti dengan Pendidikan Agama Islam

Dengan demikian melalui metode Field Trip (karya wisata) dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia materi Teks laporan hasil observasi. Hal ini dibuktikan dengan hasil ulangan harian yang semakin meningkat. Tingkat ketuntasan 85% di atas KKM Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi proses pembelajaran Bahasa Indonesia selanjutnya untuk menggunakan pendekatan tersebut agar siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. (ips2.2/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri Karangpucung Kab. Cilacap

Author

Populer

Lainnya