PJJ Speaking Kekinian dengan Facebook Messenger Room

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 berdampak pada kegiatan belajar mengajar di semua jenjang pendidikan. Pendidikan tatap muka, kini diganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Dengan segala keterbatasan, menimbulkan banyak kesulitan bagi guru maupun siswa. Hal tersebut penulis alami ketika mengajar mata pelajaran bahasa Inggris kelas VIII SMPN 2 Sragi, khususnya pada aspek speaking, KD 4.1 tentang meminta dan mengungkapkan pendapat.

Kendala eksternalnya adalah keterbatasan ekonomi. Sebagian besar siswa tak memiliki kuota yang cukup untuk men-download video-video pembelajaran yang penulis posting via web resmi sekolah. Lebih parah lagi, motivasi membaca siswa yang rendah dan disertai penguasaan kosa kata yang minim, membuat materi pelajaran yang sudah penulis rancang dan post tidak meresap ke kepala siswa. Terlebih, guru kesulitan mengajak siswanya untuk aktif dan komunikatif sehingga PJJ pada aspek speaking hampir tak tersentuh. Parahnya lagi, mayoritas siswa salah dalam menentukan ungkapan yang tepat dan mengucapkannya dengan benar, sulit memahami makna lawan bicara, dan mendapatkan nilai speaking di bawah Kriteria Ketuntas Minimal (KKM), yakni 75.

Serangkaian masalah yang rumit tersebut mendorong penulis untuk mengambil tindakan yang bijak dan tepat. Penulis menerapkan metode PJJ Speaking yang mudah dan simple, minim biaya, menarik dan memotivasi siswa untuk belajar. Yaitu dengan menerapkan metode PJJ Speaking via Facebook Messenger Rooms (FMS).

Baca juga:   Pembelajaran Materi Sistem EFI Lebih Mudah dengan Media EFI Scanner

Menurut Fulcher (2003:23), berbicara adalah penggunaan bahasa secara verbal untuk berkomunikasi dengan orang lain. Namun demikian, untuk bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar, seorang siswa harus menguasai seluruh keterampilan bahasa yang lain baik reading, listening, writing, maupun penguasaan elemen bahasa yaitu vocabulary, pronunciation, dan grammar sebagai pondasi agar mampu berbicara bahasa Inggris lancar.

Langkah awal PJJ speaking via FMS adalah dengan memposting materi secara tertulis dan lisan ke web resmi sekolah atau via whatsapp group (WAG) kelas. Guru memotivasi siswa untuk membaca dan mempelajari materi tersebut dengan sungguh–sungguh karena mereka akan menghadapi pre test serta diajak berkomunikasi secara virtual verbal dengan native speaker dan guru mapel dengan materi yang baru saja diposting. Guru memberi pre test berupa tanya jawab seputar materi yang diposting dengan titik fokus pada memorizing kosa kata dan ungkapan agar kegiatan speaking bisa berjalan lancar. Pre test ini dilaksanakan melalui google meet. Selanjutnya guru memberikan latihan menyusun dialog pendek terkait materi tersebut dengan bantuan gambar atau situasi yang sudah disusun oleh guru, kemudian dikumpulkan via WA pribadi guru. Guru memanggil siswanya untuk melakukan pembelajaran via FMS, dengan membuat forum baru di FMS dan membagikan link forum tersebut di WAG kelas. Guru, native speaker sebagai nara sumber beserta para siswa berdialog secara lisan terkait materi yang telah dipelajari. Sebagai kegiatan penutup, guru memberikan post test berupa quiz melaui google forms.

Baca juga:   Metode Puzzle Jigsaw Permudah Pahami Isi Teks Pidato

Berdasarkan pengamatan yang intens terhadap PJJ tersebut, hasilnya siswa terlihat antusias mengikuti PJJ dan nilainya mengalami peningkatan yang cukup tajam dibanding PJJ sebelumnya. Namun, penulis tetap berharap agar orang tua mendukung kegiatan PJJ dengan memberikan motivasi belajar, teguran jika motivasi anak-anak dalam belajar menurun, dan memberikan ruang dan waktu untuk studi anak-anak di rumah. Penulis juga menyarankan agar para orang tua tidak keberatan berkonsultasi dengan guru jika menemukan masalah. (ips2.2/ida)

Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya