Mantulnya Diskotik Musik HBS Mupel IPS

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sesuai UU no. 20 tahun 2003 pasal 3, tujuan pendidikan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan bertanggung jawab. Pencapaian tujuan pendidikan nasional dimulai dari jenjang pendidikan paling dasar. Oleh karena itu peranan seorang guru sangat penting karena sebagai penanam konsep dasar. Proses pembelajaran untuk peserta didik harus didasarkan pada karakteristik perkembangan anak usia SD. Pencapaian tujuan pembelajaran di SD terpengaruhi oleh keefektifan proses pembelajaran pada masing-masing mata pelajaran pada tiap-tiap kelas.

Pada umumnya proses pembelajaran di SD masih diwarnai oleh penekanan pada aspek pengetahuan. Dalam pembelajaran IPS guru hanya menekankan aspek kognitif semata, kurang melibatkan siswa sehingga kurang mandiri dalam belajar, bahkan cenderung pasif. Guru berasumsi bahwa IPS adalah suatu pengetahuan yang bisa dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke pikiran siswa.

Pembelajaran IPS kelas 5 KD 3.1 Mengidentifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan/maritim dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi serta transportasi, materi Berbagai Jenis Pekerjaan Berkaitan dengan Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan terlihat siswa kurang aktif, tidak semangat, merasa jenuh dan bosan pada saat KBM sehingga hasil belajar menjadi rendah. Hal ini membuat guru mencari metode yang tepat untuk mengaktifkan siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa. Guru memilih metode Diskotik musik HBS mupel IPS (Diskusi Kelompok Tingkatkan Motivasi, Semangat, Interaktif, Kreatif dan Hasil Belajar Siswa) Mapel IPS.

Baca juga:   Belajar Konsep Ruang melalui Peta dengan Multimedia Ular Tangga

IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum dan budaya yang dirumuskan atas dasar kenyataan dan fenomena sosial dan diwujudkan dalam suatu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial. IPS merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu sosial (Trianto, 2010:171). Diskusi kelompok merupakan suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan atau pemecahan masalah (Moh. Uzer Usman, 2005:94).

Langkah dalam diskusi kolompok adalah sebagai berikut: Siswa diajak bernyanyi untuk menentukan kelompok. Mereka mencari pasangan dengan jumlah yang dinyanyikan oleh guru, diawali dengan kelompok besar sampai akhirnya kelompok kecil terdiri dari 3 – 4 siswa. Setiap kelompok memilih seorang ketua dan sekretaris. Guru memberikan soal, siswa mendiskusikan soal dalam kelompoknya, serta memberikan kesempatan pada setiap anggota kelompok untuk berpendapat. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, kelompok lain menanggapinya. Guru memberikan kesempatan tanya jawab. Guru menegaskan jawaban yang benar, dan bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran.

Baca juga:   SFAE Meningkatkan Aktifitas Siswa Memahami Kebutuhan Manusia

Dengan diskusi kelompok membuat siswa lebih termotivasi, semangat, interaktif dan kreatif sehingga tingkatkan hasil belajar di kelas V semester 1 SDN 03 Legokkalong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPS. (ips2.2/ton)

Guru Kelas 5 SDN 03 Legokkalong, Kec. Karanganyar, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya