Kepoin Beredarnya Darah dengan Youtube

spot_img

RADARSEMARANG.ID, “Anak-anak… waktunya belajar IPA”. “Asyik.. dengan senang hati Bu Guru.” Begitu cerianya ekspresi mereka ketika mendengar pelajaran itu disebut. Banyak bereksperimen, pembuktian, objeknya benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, juga berlaku kapan pun, di mana pun.

Keceriaan siswa sebenarnya belum sempurna, karena ada materi IPA yang tidak bisa dibuktikan dengan mudah, salah satunya sistem peredaran darah manusia. Terbukti dengan hasil belajar siswa kelas 6 SD Srondol Wetan 02 Semarang pada materi tersebut masih rendah. Nilai rata-rata 64,92, dengan Kriteria Ketuntasan Minimal 70. Dari 42 siswa, terdapat 8 (19%) siswa tuntas belajar, sedangkan 34 (81%) siswa belum tuntas.

Permasalahan di atas penyebabnya adalah pertama kemampuan guru dalam menyampaikan materi tidak menarik. Kedua, guru belum menguasai materi dengan baik. Ketiga kandungan materi peredaran darah memang rumit. Keempat guru belum mampu menggunakan teknologi informasi.

Agar siswa memahami materi sampai tuntas, hasil belajar tercapai sesuai standar kompetensi, maka guru harus menguasai teknologi sehingga mampu memilih media yang sesuai dengan kebutuhan belajar. Penggunaan media, sangat membantu siswa dalam memahami konsep yang abstrak menjadi jelas secara visual.

Baca juga:   Belajar IPA Lebih Menyenangkan dengan G-Form

Sebagaimana pendapat Suharsimi (2009:118-137) mendefinisikan pemahaman (comprehension) ialah bagaimana seorang mempertahankan, membedakan, menduga (estimates), menerangkan, memperluas, menyimpulkan, menggeneralisasikan, memberikan contoh, menuliskan kembali, dan memperkirakan.

Salah satu media yang bisa diberdayakan untuk memfasilitasi pembelajaran generasi digital yang membutuhkan input simultan adalah Youtube. Youtube cocok untuk memahamkan siswa pada materi peredaran darah manusia, karena organ yang tidak terlihat akan menjadi nyata. Gerakan darah yang mengalir bisa dilihat oleh siswa.

Di bidang pendidikan Youtube merupakan salah satu strategi mengajar sehingga mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan pengajaran. Media ini dapat menstimulus terjadinya pembelajaran aktif dan memberikan tambahan pengetahuan melebihi kemampuan yang diharapkan (Agazio & Bucklev dalam Sharoff, Leighsa 2011).

Awalnya, alamat web materi peredaran darah manusia harus dipilih terlebih dahulu, karena tidak dipungkiri banyak situs yang tidak mendidik. Lebih aman lagi, materi bisa di download dan di simpan pada wadah tersendiri, sehingga bebas dari tayangan yang negatif.

Selanjutnya guru menayangkan video peredaran darah manusia dari canel Youtube, sebelumnya menyarankan ke siswa untuk menyediakan buku tulis guna mencatat hal-hal penting dari isi tayangan tersebut. Guru tidak harus menayangkan video sampai habis materi, bisa dijeda sehingga siswa mampu memahami dengan baik. Apalagi banyak istilah asing untuk bagian-bagian dari alat peredaran darah tersebut.

Baca juga:   Asyiknya Belajar IPA dengan “Karmus”

Kelebihan dari media Youtube adalah tayangan materi bisa diulang sesuai kebutuhan. Bisa dijeda pada bagian mana saja, dan gambar bergerak terutama mengalirnya darah benar-benar terlihat nyata, warna yang bervariasi menjadikan proses belajar semakin menarik.

Penggunakan media Youtube pada materi peredaran darah manusia, didapatkan hasil belajar yang meningkat. Nilai rata-rata menjadi 78,8 tingkat ketuntasan mencapai 37 siswa (88%), sedangkan 5 siswa (12%) belum tuntas.

Dapat disimpulkan guru sebagai orang yang memiliki peran penting di dalam pembelajaran tidak boleh ketinggalan dalam pemanfaatn teknologi dari siswa. Sehingga ketepatan memilih media dapat mempengaruhi motivasi, minat belajar, yang akhirnya prestasi siswa meningkat.

“Ok anak-anak…, peredaran darah kita memang tidak terlihat tetapi bisa nyata dengan teknologi yang keren!” (ips2.2/lis)

Guru Kelas SD Negeri Srondol Wetan 02 Semarang

Author

Populer

Lainnya