Role Play Tingkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bahasa sebagai alat komunikasi antara satu orang ke orang lain, antara satu negara dengan negara lain, melalui bahasa kita dapat menyerap ilmu pengetahuan teknologi dari negara-negara maju. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, bahasa sangat berperan sekali terutama Bahasa Inggris karena ditetapkan sebagai bahasa internasional. Untuk bisa menguasai Bahasa Inggris, kita harus menguasai empat keterampilan dalam Bahasa Inggris, yaitu membaca (reading), mendengarkan (listening), menulis (writing), dan berbicara (speaking). Di antara empat keterampilan, speaking punya peranan yang sangat penting. Karena berbicara sebagai alat komunikasi.

Pada kenyataan di lapangan banyak siswa yang tidak bisa berbicara Bahasa Inggris, terutama siswa SMP Negeri 8 Salatiga yang penulis ajar. Mereka mengalami kesulitan dalam ucapan penguasaan kosakata (vocabulary) yang sangat terbatas, dan juga tidak punya keberanian atau malu untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Untuk itu, dibutuhkan kreativitas dari para guru Bahasa Inggris untuk bisa memotivasi siswa dalam berbicara Bahasa Inggris. Untuk itu, mereka diharapkan bisa membuat metode yang membuat para siswa termotivasi dalam berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan sebagai alternatif adalah menggunakan teknik role play. Dengan teknik role play siswa dapat melatih keterampilan berbicara dalam berbagai situasi dan secara tidak langsung penguasaan vocabulary akan lebih banyak. Role playing dapat bermanfaat untuk memacu kelancaran lisan dan melatih kemampuan pembelajar dalam kecakapan-kecakapan khusus, terutama dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk tujuan khusus, dalam hal ini kecakapan berbicara.

Baca juga:   Kembangkan Kemampuan Menyusun Teks Recount Lisan dan Tulis dengan Think Talk Write

Langkah-langkah pembelajaran dengan model role play meliputi: Pertama, guru menyiapkan skenario yang akan ditampilkan. Kedua, guru menunjuk beberpa siswa untuk mempelajari skenario yang sudah disiapkan dalam beberapa hari sebelum kegiatan belajar mengajar. Ketiga, guru menjelaskan kompetensi yang akan dicapai Keempat, guru memanggil siswa yang sudah ditunjuk untuk melaksanakan skenario yang sudah disiapkan. Kelima, setiap siswa berada dalam kelompoknya, sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan

Setelah selesai ditampilkan, siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan kelompok masing-masing. Selanjutnya setiap kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya. Selanjutnya, guru memberikan penilaian baik tentang ucapan, penampilan, dan juga tata bahasanya. Melalui peran tersebut diharapkan siswa dapat termotivasi untuk memperlancar dalam berkomunikasi dalam Bahasa Inggris bisa belajar tentang ucapan Bahasa Inggris dengan betul, memperbanyak kosa kata dan melatih keberanian untuk mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Inggris tanpa punya perasaan malu untuk mengucapkan.

Setiap orang memiliki kemampuan untuk berbicara, tetapi tidak semua orang memiliki keterampilan berbicara yang baik dan benar. Pembelajaran keterampilan berbicara sangat penting dalam mengembangkan kemampuan siswa untuk berbicara, baik di dalam maupun di luar kelas. Pada usia SMP kelas 7, siswa masih berada pada tahap operasional konkret. Pada tahap ini, anak belum dapat berpikir secara abstrak. Siswa berpikir atas dasar pengalaman konkret atau nyata. Sehingga diperlukan kegiatan nyata agar siswa mudah memahami konsep yang diajarkan. Untuk itu, pembelajaran yang dilakukan haruslah mengedepankan keaktifan anak.

Baca juga:   Mengelola Pembelajaran Daring Bahasa Inggris

Karena itu, inovasi dalam pembelajaran perlu dilakukan agar siswa tidak bosan dalam kegiatan belajarnya di sekolah, serta keterampilan berbicara siswa dapat ditingkatkan. Keterampilan seperti ini hanya dapat diperoleh dengan banyak praktik dan banyak berlatih keterampilan berbicara lebih mudah dikembangkan apabila siswa memperoleh kesempatan untuk mengomunikasikan sesuatu secara alami kepada orang lain dalam kesempatan-kesempatan yang bersifat informal.

Metode role playing dalam pembelajaran keterampilan berbicara pada siswa SMP Negeri 8 Salatiga dapat meningkatkan potensi yang dimiliki siswa, di antaranya rasa percaya diri, emosional, intelektual dan berinteraksi dengan lingkungan akan terasah. Selain itu, siswa akan terlatih untuk mengungkapkan gagasannya secara cerdas dan kreatif. (ips2/aro)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 8 Salatiga

Author

Populer

Lainnya