Tingkatkan Kebugaran Jasmani Peserta Didik lewat VTM

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menurut BNSP (2006:513), ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan salah satunya adalah aktivitas pengembangan. Meliputi mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya.

Hakikat pendidikan jasmani mencakup semua unsur kebugaran, keterampilan gerakan fisik, kesehatan, permainan, olahraga, tari dan rekreasi (Qomarrullah, 2014). Metode untuk pendidikan olahraga adalah metode deduktif atau metode komando, dipadu dengan pemberian tugas, demonstrasi dan sedikit penjelasan (Supriyadi, 2018). Sebagai mata pelajaran yang lebih banyak praktik (motorik) dari pada pemahaman konseptual, pada saat kondisi pandemi Covid-19 ini yang mengharuskan belajar dari jarak jauh (LFH) maka guru tidak dapat mengajar secara langsung. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan mengadakan pembelajaran daring berupa Video Tutorial Mandiri (VTM).

Materi kompetensi dasar aktivitas pengembangan diri khususnya kebugaran jasmani diajarkan di kelas IX semester ganjil SMP Negeri 17 Semarang ini sebagai mata pelajaran prioritas di masa pandemi Covid-19. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh peserta didik SMP Negeri 17 Semarang di masa pandemi covid. Yakni kurang memadainya sarana prasarana, terbatasnya akses internet, belum adanya kesiapan dana pada kondisi darurat.

Baca juga:   TREE Principles dalam Pembelajaran Penjasorkes

Solusi dalam mengatasi kendala pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 yaitu melalui metode pembelajaran mandiri melalui video tutorial. Pembelajaran mandiri adalah suatu proses belajar yang mengajak siswa melakukan tindakan mandiri yang melibatkan terkadang satu orang, atau bisa juga kelompok. Tindakan mandiri ini dirancang untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kehidupan sehari-hari sedemikian rupa untuk mencapai tujuan yang bermakna.

Bentuk kegiatan pembelajaran mandiri lewat video tutorial ini, dapat dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Pertama tahap perencanaan, yaitu guru membuat rencana pembelajaran untuk pembelajaran daring yang di dalamnya terdapat model video tutorial untuk latihan kebugaran jasmani oleh guru itu sendiri atau memilih link youtube yang sesuai.
Sesuai kompetensi dasar kebugaran jasmani materi praktik dalam video tersebut berupa aktivitas fisik untuk melatih daya tahan dan kekutan otot maupun jantung dan paru-paru. Kegiatannya berupa lunge (latihan kekuatan otot tungkai) dilakukan 18-24 kali. Kemudian mountain climber dilakukan 18-24 kali, push-up 6-8 kali, jumping jack 18-24 kali. Lalu step-up on tochair (daya tahan otot tungkai dan jantung) 18-24 kali.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Lompat Jauh dengan Manfaatkan Ban Bekas

Kedua, pelaksanaan kegiatan dengan mentransfer link video tersebut sebagai tugas mandiri yang harus dikerjakan peserta didik di rumah. Program latihan fisik tersebut wajib dilakukan secara rutin dan terus-menerus dengan beban meningkat frekuensi latihan minimal 3 kali per minggu. Pemantauan dan pengawasan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan orangtua peserta didik misalnya dalam bentuk rubrik kerja yang harus ditandatangani orangtua.

Ketiga, pelaporan kegiatan. Dilakukan dengan siswa diminta mengirim video rekamannya serta progress dari kegiatan tersebut. Dengan komitmen bersama antara guru, orangtua dan peserta didik diharapakan materi kompetensi kebugaran jasmani bagi peserta didik terutama dalam membangun imunitas tubuh untuk mencegah virus korona dapat terwujud. Berdasarkan pemahaman di atas maka diharapkan pencapaian kompetensi kebugaran jasmani bagi peserta didik kelas IX SMP Negeri 17 Semarang dapat tercapai. Daya tahan/imunitas peserta didik meningkat sehingga dapat membantu program pemerintah dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19. (ips1/lis)

Guru Penjasorkes SMP Negeri 17 Semarang

Author

Populer

Lainnya