Manfaatkan Koran Bekas untuk Keterampilan Menyimak dan Membaca

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN di Indonesia saat ini sedang dihadapkan kepada situasi yang kurang menguntungkan dengan semakin banyaknya kenyataan lemahnya karakter bangsa Indonesia. Pemerintah menilai upaya yang tepat untuk mengembalikan peradaban bangsa adalah melalui pendidikan, karena pendidikan memiliki peran penting dan sentral dalam pengembangan potensi manusia, termasuk potensi mental. Melalui pendidikan diharapkan terjadi transformasi yang dapat menumbuhkembangkan karakter positif, serta mengubah watak dari yang tidak baik menjadi baik. Melalui pendidikan karakter diharapkan akan terbentuk perilaku peserta didik yang terpuji sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya yang luhur.

Pendidikan karakter ini pada tahap implementasinya diintegrasikan dengan proses pembelajaran sehingga pendidikan karakter bukanlah sebuah materi ajar dan bukan pula sebuah mata pelajaran baru. Masalah pendidikan lainnya, terutama yang sering dihadapi oleh guru di Sekolah Dasar yaitu lemahnya budaya baca yang berimplikasi pada kurangnya memahami berita dan tulisan yang dibaca. Kedua masalah ini menjadi tantangan bagi guru untuk menemukan pemecahan. Melalui pembelajaran dengan pemilihan bahan ajar yang tepat, guru dapat menyelesaikan kedua permasalahan itu sekaligus.

Penulis sebagai guru di kelas VI SDN Kenconorejo 02 Tulis, telah mencoba salah satu solusi dengan memanfaatkan koran bekas sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan membaca siswa. Koran bekas yang dimanfaatkan bukanlah koran utuh, tetapi potongan yang sudah tidak terpakai atau sampah yang hendak dibuang. Resiko yang dihadapi sudah pasti berita yang dibaca hanya sepotong, tidak utuh. Mungkin saja hanya beberapa paragraf. Keuntungan yang diperoleh dari membaca potongan koran bekas, pertama tulisan yang pendek. Siswa cenderung menghindari bacaan yang panjang dan bertele. Mereka lebih menyukai bacaan singkat. Pemahaman dengan membaca singkat diharapkan lebih mendalam karena hanya sedikit kosakata yang harus dipahami saat itu. Keuntungan kedua, siswa yang mendengarkan tidak jenuh. Konsentrasi siswa mudah buyar apalagi jika harus mendengarkan pembacaan naskah yang menyita waktu lama.

Baca juga:   Belajar IPA SD Asyik dengan “Pipi Avi”

Naskah yang pendek, dibaca sekejap, akan lebih mudah dicerna isinya. Keuntungan ketiga, penanaman karakter untuk menghargai apapun. Dimulai dengan menghargai potongan koran bekas yang dianggap sampah belaka. Pembiasaan membaca potongan naskah akan mengajarkan pada siswa untuk menghargai tulisan/bacaan, menghargai media baca (koran, majalah, buku, dan lainnya), sehingga dia akan merawat media tersebut dengan lebih baik. Keuntungan keempat, menanamkan budaya membaca. Siswa yang terbiasa membaca, dari hal sepele seperti potongan koran akan membentuk kebiasaan membaca apapun, bahkan muara akhirnya sanggup membaca sebuah buku.

Sebagai permulaan guru meminta siswa untuk membawa potongan koran atau majalah atau sekedar selebaran yang ditemukannya. Saat pembelajaran, siswa bergiliran membaca apa yang dibawanya, siswa lain menyimak. Tugas selanjutnya adalah menceritakan apa isi teks yang dibacanya, menyampaikan isi teks yang didengar dari teman yang membaca. Jika suatu teks tanpa judul, maka siswa memperkirakan judul yang tepat untuk teks tersebut. Untuk teks yang tidak lengkap siswa berlatih melengkapinya, dengan satu paragraf sebelum atau sesudah teks tersebut. Dari kegiatan ini guru sudah membelajarkan beberapa kompetensi antara lain memahami isi bacaan yang dibaca atau didengar, melengkapi teks/paragraf rumpang dengan kata/kalimat yang sesuai, dan menebak judul bacaan.
Sedangkan karakter yang ditanamkan pada siswa antara lain berani berpendapat, menghargai pendapat orang lain, menghargai karya orang lain, memelihara bahan bacaan.

Baca juga:   Poster Pameran melalui Google Classroom pada Pembelajaran Kelas IX di Masa Pandemi Covid-19

Pada setiap akhir pembelajaran siswa diminta untuk menghimpun potongan koran tersebut menjadi sebuah kliping dan dilengkapi dengan keterangan seperti tanggal menemukan, sumber berita{nama koran) jika ada, dan tema/isi berita. Keterangan lain dapat ditambahkan tentang proses bagaimana siswa menemukan potongan koran tersebut. Ini dapat menjadi pembelajaran tentang menulis cerita pengalaman pribadi.

Ternyata dari sepotong koran yang sudah dianggap sampah dapat dijadikan pembelajaran bermakna bagi siswa kita. (dj2/zal)

Guru SDN Kenconorejo 02 Tulis, Batang

Author

Populer

Lainnya