Kreasi Kepala Sekolah di Era Pandemi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DUNIA tengah merasakan perubahan dalam semua tatanan kehidupan salah satunya di bidang pendidikan, tak terkecuali Indonesia. Adanya COVID-19 sejak Januari 2020 hingga September ini masih berlanjut hingga entah sampai kapan akan berakhir telah mengubah kegiatan belajar dikelas yang telah ‘akrab’ dengan dunia guru dan siswa, terpaksa harus digeser kedunia ‘maya’. Apakah perubahan itu memunculkan masalah ? ya, apalagi anak usia sekolah dasar masih banyak yang harus dibenahi saat belajar dari rumah (BDR) menggunakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Kita sadar dampak pandemi ini harus mulai di bendung dengan langkah inovasi dan kreatifitas seiring dengan kondisi baru atau new normal dibidang pendidikan, belajar dan bertahap mengondisikan kenormalan di tengah covid-19. Kepala sekolah harus pandai membuat inovasi dan kreatifitas agar dampak covid-19 tidak semakin memperburuk pendidikan siswa. Apa saja yang diterapkan di SDN 1 Brangsong, Kendal ?

Membekali diri dengan IPTEK. IPTEK telah mendominasi semua kegiatan pembelajaran jarak jauh, untuk itu sebagai kepala sekolah mau tidak mau harus akrab dan belajar tentang alat canggih ini, juga harus terampil mengadopsi aplikasi metode mengajar online seperti WAG, Gogle Classroon, Zoom Meeting maupun metode pembelajaran yang lainnya. Tutorialnya bisa dengan mengikuti pelatihan maupun mengakses dari mesin pencarian google. Kepala sekolah juga harus memahami beberapa istilah yang saat ini sedang trending seperti PJJ, BDR, WAG, Webinar, rumah belajar, E-Learning, kurikulum darurat maupun bentuk-bentuk evaluasi pembelajaran jarak jauh, rajin mengikuti webinar atau pelatihan kaitannya dengan PJJ dan lain sebagainya.
Membentuk TIM Sukses di sekolah. Setiap kegiatan akan berhasil apabila dikelola dengan baik, mulai perencanaan, pelaksanaan hingga tindak lanjut. Begitu pula untuk kegiatan belajar mengajar saat ini, seorang kepala sekolah harus cerdas dan memahami kebutuhan warga sekolahnya. Adakan tim sukses tingkat sekolah yang terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan untuk saling mengadopsi dan berbagi praktik baik tentang metode pembelajaran jarak jauh seperti tim kecil yang terdiri dari beberapa guru terlatih untuk mendampingi teman guru yang kurang terampil dalam mengoperasikan pembelajaran online.

Baca juga:   Asyiknya Belajar PPKN dengan Google Meet

Menjalin sinergitas dengan walimurid. Keberadaan wali murid di rumah saat ini menggantikan peran guru di sekolah, bagaimana agar kegiatan belajar dari rumah dapat berlangsung dengan baik dan tidak membosankan ? Sekolah dan wali murid harus selalu menjalin komunikasi yang rutin dan kontinyu lewat WAG (Whatt App Grup) yang telah dibentuk di setiap kelas lewat paguyuban kelas masing-masing. WAG menjadi semacam pasar atau pertemuan antara wali murid, siswa dan guru, begitu juga mengenai info penting atau kebijakan sekolah yang tertuang dalam surat edaran akan dapat cepat tersampaikan. Kepala Sekolah dengan strategi yang jitu mendelegasikan kepada semua guru kelas untuk inovatif dan kreatif mengelola grup paguyuban kelas sebagai ruang belajar atau kelas baru di era pandemi ini.

Membuat MOU dengan wali murid. WAG atau Whats App Grup merupakan satu-satunya jembatan antara guru dan siswa, bagaimana agar WAG ini menjadi kelas online yang nyaman, perlu dibuat suatu kesepakatn atau kontrak kerja. Adakan komunikasi yang harmonis dan yakinkan wali murid maupun siswa untuk mematuhi peraturan dan kegiatan sekolah sehingga sekolah dan wali murid terikat dengan perjanjian seperti kewajiban masuk di setiap grup paguyuban kelas, melaksanakan tugas secara daring dan mengumpulkan tugas secara daring maupun luring setiap akhir pekan, mematuhi aturan bahwa grup WAG adalah grup pendidikan yang mengutamakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Baca juga:   Manajemen Kepala Sekolah dengan Pembelajaran AKIK di Masa Pandemi

Dari pengalaman praktik baik tersebut saat ini kegiatan pembelajaran jarak jauh mengalami peningkatan, hubungan antara sekolah dan wali murid juga kondusif, fungsi paguyuban kelas sebagai wadah komunikasi antara guru, siswa dan wali murid semakin efektif dan efisien. Guru semakin aktif merancang skenario pembelajaran dan terampil menggunakan aplikasi pembelajaran jarak jauh. WAG sebagai kelas online semakin ‘hidup’ dan ‘ramai’ oleh aktifitas guru, siswa dan wali murid. (dj2/zal)

Kepala SD Negeri 1 Brangsong, Kendal

Author

Populer

Lainnya