Pembelajaran Sentra dan Lingkaran Membentuk Karakter Siswa PAUD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan karakter adalah pendidikan pencegahan perilaku buruk yang kemungkinan terjadi pada anak. Menurut Wibowo (2012) misi utama pendidikan adalah mengembangkan potensi anak didik sebagai pembelajar yang baik (good knower). Good knower berarti pendidikan harus lebih memfokuskan pada proses yang mulia, ketimbang hasil yang baik namun didapat dari proses yang tidak bermoral.

Selain itu juga menyangkut tentang motivasi berprestasi (achievement motivation), memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan (curiosity for higher knowledge) dan hal dasar lainnya. Keutamaan akademis tersebut merupakan komponen dalam pendidikan karakter dalam lembaga pendidikan.

Pendidik Anak Usia Dini (PAUD) dapat berperan dengan baik sebagai agen pembelajaran dalam mengimplementasikan pendidikan karakter ditunjang dengan metode pembelajaran sentra dan lingkaran sebagai pendukung pembelajaran yang efektif.

Pendidik harus mampu membangkitkan motivasi belajar (growing of learning motivation) peserta didik sehingga tujuan dari proses belajar tercapai. Selain dalam konteks pembelajaran maka guru harus mampu memberikan contoh yang baik dalam hidup dan berbudaya (uswatun hasanah).

Guru harus mampu membangkitkan kebesaran diri peserta didiknya dengan memiliki kebesaran diri atau rasa percaya diri (self confident) tersebut. Dalam rangka mengatasi kelemahan dari pendidikan PAUD maka direktorat PAUD pada tahun 2005 telah mengadopsi metode pembelajaran mengunakan pendekatan baru.

Baca juga:   Eksiskan Kembali Eksta Pramuka untuk Kembalikan Karakter Siswa

Pendekatan tersebut disebut dikenal dengan pendekatan sentra dan lingkaran yang diadopsi dari Creative Center for Childhood Research and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida, Amerika Serikat. Pendekatan yang dilakukan oleh CCCRT tersebut dikenal dengan Beyond Center and Circle Time (BCCT).

Terdapat tiga fungsi dalam pendekatan BCCT yaitu melejitkan kecerdasan anak, penanaman nilai-nilai dasar, pengembangan kemampuan dasar. Metode ini digunakan untuk melatih perkembangan anak dengan menggunakan pendekatan bermain dengan belajar dan belajar sambil bermain (playing with learn atau learning through play).

Tiga jenis permainan tersebut adalah main sensorimotor, main peran, dan main pembangunan. Dalam proses pembelajaran sentra dan lingkaran anak melalui empat jenis pijakan untuk mendukung perkembangan anak. Yaitu pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, selama main, dan setelah main.

Pendekatan BCCT memiliki keunggulan yaitu anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak melakukan apa yang dipelajari bukan hanya mengetahui.

Pendidik di TK Muslimat NU Johorejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal berupaya mengondisikan lingkungan yang kondusif dan menantang untuk memenuhi rasa ingin tahu peserta didik. Sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung efektif, sesuai kebutuhan.

Baca juga:   Belajar Lembaga Sosial Melalui Metode Mind Mapping

Pembentukan lingkungan sesuai filosofi sebagai tujuan utama peserta didik PAUD yang karakter maka pendidik melakukan proses belajar mengajar sesuai kebutuhan peserta didik. Penerapan pembelajaran di TK Muslimat NU Johorejo senantiasa memberikan fasilitas belajar atau lingkungan pembelajaran yang menyenangkan (joyfull learning) dan tidak membosankan bagi anak. Hal tersebut dilakukan oleh guru dalam setiap proses pembelajaran sentra dan lingkaran yang meliputi empat pijakan, lingkungan bermain, sebelum bermain, selama bermain, dan setelah bermain dari awal hingga akhir proses belajar mengajar.

Sentra main adalah arena main anak yang dilengkapi seperangkat alat main yang mendukung perkembangan anak. Saat lingkaran adalah ketika guru/pendidik duduk bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan anak yang dilakukan sebelum dan sesudah bermain.

Guru berperan dalam memberikan kemudahan belajar dan bermain dengan metode sentra dan lingkaran kepada seluruh peserta didik. Sehingga belajar dalam suasana yang menyenangkan dan gembira, penuh semangat, berani mengemukakan pendapat secara terbuka sehingga karakter peserta didik mudah terbentuk. Juga mampu mengadministrasikan instrumen yang digunakan dalam proses belajar mengajar. (ips2.2/lis)

TK Muslimat NU Johorejo, Kecamatan Gemuh, Kendal

Author

Populer

Lainnya