Menulis Teks Prosedur Kompleks melalui Model PPL Era 4.0

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENULIS adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan dunia pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Menulis sebagai alat komunikasi dalam bentuk tulisan. Namun untuk bisa menulis, peserta didik harus terampil dalam menyusun kosa kata dan memanfaatkan struktur bahasa. Keterampilan menulis tidak bisa tercipta begitu saja tanpa melalui proses.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia ada materi menulis dalam Teks Prosedur Kompleks. Tujuannya untuk memberikan langkah-langkah yang harus di tempuh untuk mencapai tujuan, agar pembaca melakukan sesuatu seperti yang tertulis dalam teks tersebut. Kosasih (2014:67) berpendapat bahwa prosedur kompleks tergolong ke dalam teks paparan.

Teks prosedur kompleks dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada waktu mau mengurus SIM, ATM, atau membuat KTP. Di kantor Samsat biasanya ditempel poster tentang langkah-langkah mengurusnya. Nah pada pembelajaran teks prosedur kompleks, guru harus bisa menggunakan berbagai model pembelajaran supaya tidak monoton dan membosankan. Salah satunya menggunakan Model PPL ERA 4.0 yaitu Probing Prompting Learning Era Digital. Berdasarkan arti katanya probing yaitu menyelidiki, dan prompting berarti menuntun.

Baca juga:   Melalui Satelit, Hasil Belajar Meringkas Teks Eksplanasi Meningkat

Menurut Hamdani (2011:23) pembelajaran probing prompting adalah pembelajaran yang menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali gagasan siswa sehingga dapat melejitkan proses berpikir yang mampu mengaitkan pengetahuan dan pengalaman siswa dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari.

Untuk mengawali pembelajaran Tek Prosedur Kompleks, supaya siswa lebih antusias, guru memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi tentang pengalaman peserta didik yang pernah dilakukan. Seperti siapa yang pernah mengambil ATM, mengurus SIM, dan pernah kena tilang.

Apalagi pembejaran di masa pandemi Covid-19, ditekankan menggunakan daring. Ini bisa melalui microsoft teams, guru bisa langsung tahu siapa siswa yang bisa menjawab. Selanjutnya guru dapat memberikan materi melalui video animasi supaya siswa tidak merasa bosan. Kemudian menanyakan kemungkinan materi yang kurang dipahami. Setelah itu, baru menampilkan beberapa gambar. Selanjutnya guru menunjuk siswa secara acak untuk menjelaskan salah satu gambar yaitu mesin ATM dan menanyakan cara mengambil uang di ATM. Apabila siswa benar dalam menjelaskan, maka pertanyaan yang sama juga dilontarkan kepada siswa lain untuk meyakinkan siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Apabila jawaban salah, maka diajukan pertanyaan susulan sehingga siswa bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Setelah itu, guru baru memberikan tugas untuk menulis Teks Prosedur Kompleks Cara Mengambil Uang di ATM sesuai dengan kaidah kebahasaan.

Baca juga:   Back to Konsep Dasar Mudahkan Penghitungan Matematika

Oleh karena itu pembelajaran dengan menerapkan media digital 4.0 dan metode probing promting learning membuat siswa semakin aktif, bersemangat, dapat menyenangkan, dan tidak membosankan. Guru memang harus bisa menyesuaikan metode mana yang akan digunakan untuk menyampaikan materi, sehingga siswa dapat menerima dengan baik. Tujuan pembelajaran Teks Prosedur Kompleks dapat tercapai sesuai dengan harapan. (ips2/ida)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 2 Semarang

Author

Populer

Lainnya