Olah Makanan Awetan dari Bahan Pangan Nabati Mudah dengan Eksperimen

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATERI mengolah makanan awetan dari bahan pangan nabati dan hewani berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat, merupakan kompetensi dasar dalam mata pelajaran (mapel) Prakarya dan Kewirausahaan. Pada kompetensi dasar ini, terdapat kata kerja mengolah yang memiliki arti memasak sesuatu menjadi lain atau menjadi lebih sempurna. Memasak berarti ada aktivitas dari peserta didik. Aktivitas merupakan hal terpenting dari belajar. Tanpa ada aktivitas, mustahil ada belajar dan peserta didik hanya akan memiliki sifat verbalisme dan tidak memiliki keterampilan.

Agar peserta didik terhindar dari sifat verbalisme dan memiliki keterampilan mengolah makanan awetan dari bahan pangan nabati, maka pembelajaran materi ini menggunakan metode eksperimen. Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2010:84), metode eksperimen atau percobaan adalah cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Kelebihan metode eksperimen meliputi, a) membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. b) Dapat membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. c) Hasil-hasil percobaan dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat.

Baca juga:   Efektivitas Pembelajaran Sistem Suspensi Menggunakan Instructional Materials

Sedangkan kelemahan metode eksperimen ini meliputi, a) metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sains dan teknologi. b) Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal. c) Metode ini menuntut ketelitian, keuletan, dan ketabahan. d) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian.

Mengingat masih melaksanakan PJJ maka langkah yang penulis lakukan adalah pertama, menginstruksikan kepada peserta didik di kelas X MIPA 1-2-3-4-5 SMA Negeri 1 Cepu, untuk bergabung di kelas Prakarya dan Kewirausahaan pada aplikasi google classroom. Kedua, meng-entry-kan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang berisi tujuan, alat dan bahan, prosedur, hasil, testimoni, tentang mengolah makanan awetan dari bahan pangan nabati, seperti keripik singkong, kentang, pisang, pare, bayam, kenikir, talas, tempe, tahu dan jamur tiram. Ketiga, melakukan pengundian kepada peserta didik keripik mana yang akan menjadi tugas eksperimennya. Keempat, mengkoordinir tahapan eksperimennya meliputi tahap persiapan yaitu melakukan pembelian bahan dan mencatat harga satuannya, tahap pelaksanaan pengolahan bahan, tahap tindak lanjut seperti melakukan pengemasan makanan, melaksanakan penjualan di sekitar rumah, mencatat harga jual serta menghitung perkiraan laba atau rugi. Kelima, peserta didik membuat membuat video selama eksperimen, membuat laporan tertulis dan mengirimkan melalui aplikasi google classroom. Keenam, penulis melakukan penilaian dan nilai segera dikembalikan kepada peserta didik.

Baca juga:   Prakarya Hidupkan Keunggulan Lokal

Melalui metode eksperimen, penulis menyimpulkan, pertama, peserta didik terhindar dari sifat verbalisme dan memiliki keterampilan mengolah makanan awetan dari bahan pangan nabati. Kedua, peserta didik dapat berinovasi membuat resep–resep baru yang belum ada di pasaran. Ketiga, melalui keterampilan yang telah dimiliki akan menjadi peluang untuk membuka usaha sendiri. Keempat, pembelajaran materi ini akan menjadi sumbangsih terbentuknya SMA Plus. (fbs2/ida)

Guru Prakarya dan Kewirausahaan SMAN 1 Cepu, Kabupaten Blora

Author

Populer

Lainnya