Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat terhadap Keseimbangan Lingkungan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Peran guru dalam pendidikan sangatlah penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai dan demokratis. Oleh karena itu perlu adanya penataan yang optimal di dalam sistem pendidikan. Majunya suatu bangsa hanya bisa dicapai melalui penataan pendidikan yang lebih baik.

Berdasarkan temuan Depdiknas (2007) dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa masih banyak permasalahan-permasalahan standar isi mapel IPA kelas VI SD Negeri Ngalian, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Guru dalam menerapkan pembelajaran lebih menekankan pada metode yang mengaktifkan guru. Pembelajaran yang dilakukan guru kurang kreatif, lebih banyak menggunakan metode ceramah dan kurang mengoptimalkan media pembelajaran sehingga siswa terlihat kurang aktif dan kreatif.

Dalam proses pembelajaran IPA kelas enam pada kompetensi dasar memahami pengaruh kegiatan manusia terhadap lingkungan masih banyak siswa belum memahami materi. Siswa tidak bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran, siswa merasa bosan dengan cara mengajar guru, siswa mengobrol dengan teman sebayanya, cenderung ke arah pasif sehingga prestasi belajar siswa rendah.

Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut dalam memperbaiki pembelajaran digunakan model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat), dalam pembelajarannya guru menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan digunakannya media dan metode yang relevan dengan materi yang sedang diajarkan.

Baca juga:   Eksistensi Aplikasi Zoom sebagai Media Pembelajaran Perpajakan

Pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan potensi bakat dan kebutuhan siswa yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa (Suyitno, 2004:1). Model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) merupakan kerangka kerja untuk mengajar dan membiasakan siswa berfikir global dan bertindak secara lokal. Artinya, pembelajaran sains di sekolah tidak dapat dipisahkan dari isu-isu atau masalah teknologi dan masyarakat. Dengan kata lain upaya-upaya pembelajaran sains dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari konteks dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat lokal, regional, nasional, ataupun internasional, sehingga misi utama sains untuk membentuk siswa sebagai warga negara dan warga masyarakat yang meleksains dan teknologi serta berpikir global dan bertindak lokal dapat terwujud.

Selain itu model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) adalah sebuah model pembelajaran yang bertujuan menyajikan konteks dunia nyata dalam pendidikan dan pendalaman sains, siswa harus diikut sertakan dalam menentukan tujuan, prosedur perencanaan, dalam usaha menapatkan informasi serta dalam menentukan evaluasi.

Baca juga:   Display at Home Solusi Belajar Menata Produk di Masa Pandemi

Melalui media pembelajaran tersebut adalah siswa secara aktif dibangun oleh siswa itu sendiri melalui pengalaman nyata sehingga siswa mampu memecahkan masalah sendiri maupun kelompok tanpa ragu-ragu lagi. Suasana pembelajaran aktif kreatif dan dan suasana kreatif yang menyenangkan terbentuk dan akhirnya hasil belajar IPA meningkat dengan signifikan. Dengan demikian siswa merasa senang. (bp2/ton)

Guru Kelas SDN Ngalian, Kec. Tirto, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya