Belajar Menulis Cerita Fantasi Membuat Imajinasi Siswa Muncul

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Menurut pendapat Saleh Abbas (2006:125), keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis.
Menurut Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuhdi (1999: 159), keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan menuangkan pikiran, gagasan, pendapat tentang sesuatu, tanggapan terhadap suatu pernyataan keinginan, atau pengungkapan perasaan dengan menggunakan bahasa tulis.

Dengan berimajinasi, anak dapat menggali, mengangkat dan memunculkan bakatnya yang mungkin saja terpendam. Bakat merupakan ciri universal yang khusus, pembawaan yang luar biasa sejak lahir yang dapat berkembang dengan adanya interaksi dari pengaruh lingkungan. Berimajinasi bisa membuat anak menemukan arti kenyamanan yang bermuara pada bakatnya, sehingga yang muncul dari imajinasinya tersebut adalah bakatnya sendiri. Penting kita ketahui bahwa dalam imajinasi itu ada dua hal bermakan yakni inovasi dan kreasi. Kedua hal bisa optimal dengan peran bakat, minat serta dukungan lingkungan (suasana) yang menyenangkan.

Cerita fantasi merupakan salah satu jenis karya sastra. Pada dasarnya sama saja dengan cerpen maupun novel. Namun, di dalamnya ada hal atau peristiwa yang tidak masuk akal. Sedikit berbeda dengan cerita fiksi yang juga memiliki arti tidak nyata. Jika cerita fiksi kebanyakan masih masuk akal, kecuali fiksi ilmiah dalam film-film produksi Hollywood. Maka cerita fantasi pasti berisi hal yang sama sekali tidak masuk akal. Ketidak-masuk-akalan cerita fantasi bisa berupa perjalanan lintas waktu, kekuatan super, dan berkunjung ke tempat-tempat misterius lain. Atau bisa juga berupa hal-hal tidak masuk akal yang sangat tidak terbatas.

Baca juga:   Media Lingkungan Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi

Untuk mempermudah menulis cerita fantasi, perlu dijelaskan langkah-langkahnya. Pertama, berangkat dari pengalaman. Cerita fantasi yang diambil, yang paling mudah adalah cerita fantasi irisan. Cerita fantasi irisan adalah ada bagian yang mungkin terjadi di kehidupan nyata, ada pula cerita yang sama sekali tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata. Kita ambil saja teks cerita fantasi yang irisan. Jadi bisa berangkat dari hal nyata yang pernah kita alami. Misalnya, kita pernah berkunjung ke sebuah tempat wisata. Maka kita bisa menggunakan pengalaman itu untuk menulis cerita fantasi. Buka saja cerita dengan pengalaman pribadi kita masing-masing.

Kedua, beri sentuhan fantasi. Maksudnya, buat atau belokkan alur cerita dari pengalaman kita. Jika hanya menulis pengalaman berkunjung ke tempat wisata, itu akan menjadi cerpen atau cerit pada umumnya, bukan cerita fantasi. Maka perlu diberi hal yang tidak masuk akal yang terjadi dalam cerita.
Misalnya, ketika berkunjung ke museum tiba-tiba bisa kembali ke masa lalu sesuai dengan benda yang sedang dilihat. Misalnya lagi ketika berkunjung ke tempat wisata, hubungkan dengan legenda yang ada dalam tempat wisata tersebut. Bisa juga dihubungkan dengan masa depan. Misalnya, menjadi tempat pendaratan makhluk luar angkasa. Yang bisa membawa jalan-jalan ke planet lain.

Baca juga:   Blended Learning Tingkatkan Aktivitas Belajar Siswa

Ketiga, munculkan masalah. Inti dari sebuah cerita bisa dikatakan menarik karena adanya masalah. Masalah ini yang menjadi daya tarik cerita. Maka perlu dimunculkan masalah berkaitan dengan hal ajaib yang bisa terjadi. Misalnya cerita tentang legenda sebuah tempat wisata. Maka bisa ditampilkan hubungannya. Misalnya bangkitnya Malin Kundang yang hendak balas dendam. Pasti menjadi masalah. Jika jalan-jalan keluar angkasa, masalah yang ditampilkan bisa berupa pertemuan dengan alien jahat, atau kesulitan kembali ke bumi karena pesawat rusak.

Keempat, selesaikan masalah. Masalah yang sudah muncul dalam teks cerita fantasi harus diselesaikan, sehingga bisa menjadi bagian penutup cerita alias menjadi bagian resolusi. Untuk memudahkan menutup cerita, buat saja cerita kita bisa kembali ke kehidupan nyata yang normal yang sudah tidak ada hal yang fantasi atau khayali. Kelima, sunting teks. Yang perlu disunting dalam teks cerita fantasi yang lebih utama adalah penggunaan tanda petik. Tanda petik selalu digunakan dalam perkataan seseorang. Pastikan bahwa ucapan tokoh dalam cerita fantasi diberi tanda petik. Dengan fantasi, seseorang bisa merasakan sesuatu yang tidak dimilikinya menjadi seolah-olah dia miliki saat itu. Hal ini tentu bisa membuat seseorang merasa bahagia, meski mungkin tidak akan bertahan terlalu lama. Memang, berfantasi dapat membuat kita menciptakan sesuatu yang belum ada menjadi terasa ada. (dj1/aro)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya