Asyik dan Ceria dengan Modeling The Way

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti haruslah dapat mengubah karakter siswa menjadi lebih religius taat menjalankan agamanya dengan penuh rasa bangga. Dalam Mata pelajaran ini di SD Negeri Boja 02 kelas dua, yang sudah memakai kurikulum 2013, pelajaran keenam adalah materi Ayo Berwudu. Wudu adalah kegiatan bersuci dari hadas kecil yang merupakan salah satu dari syarat-syarat sah salat. Umat Islam melakukan wudu dengan air.

Peran guru yang aktif serta model pembelajaran yang tepat sangat memudahkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam materi ini penulis menggunakan metode Modeling The Way untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Dan ternyata dalam mengikuti materi pembelajaran Ayo Berwudu siswa sangat antusias. Materi yang biasanya mereka terima dengan cara mendengarkan ceramah dari guru, kali ini mereka mendemonstrasikannya sendiri.

Metode Modeling The Way merupakan salah satu metode mengajar yang dikembangkan oleh Mel Silbermam, seorang yang memang berkompeten dibidang psikologi pendidikan. Metode ini merupakan sekumpulan dari 101 strategi pengajaran. Sebuah metode yang menitikberatkan pada kemampuan seorang siswa untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Karena siswa dituntut untuk bermain peran sesuai dengan materi yang diajarkan.

Baca juga:   Strategi Penugasan untuk Mengatasi Kesulitan Membaca Alquran

Ada sebuah pendapat, metode Modeling The Way merupakan metamorfosa dari metode sosiodrama. Yakni sebuah metode dengan cara mendramatisasikan suatu tindakan atau tingkah laku dalam hubungan sosial. Dengan kata lain guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan atau peran tertentu sebagaimana yang ada dalam kehidupan masyarakat (sosial). Hendaknya siswa diberi kesempatan untuk berinisiatif serta diberi bimbingan atau lainnya agar lebih berhasil.

Langkah-langkah yang dipakai adalah sebagai berikut: Pertama, setelah pembelajaran suatu topik tertentu, identifikasi berupa situasi umum dimana siswa dituntut untuk menggunakan keterampilan yang baru dibahas. Kedua, bagi kelas ke dalam beberapa kelompok menurut jumlah siswa yang diperlukan untuk mendemostrasikan skenario. Ketiga, beri waktu 10-15 menit untuk menciptakan skenario.Keempat, beri waktu 5-10 menit untuk berlatih.Kelima, secara bergiliran tiap kelompok mendemonstrasikan skenario masing-masing. Beri kesempatan untuk memberikan feed back pada setiap demonstrasi yang dilakukan.

Kelebihan Metode Modeling The Way mendidik siswa mampu menyelesaikan sendiri problema sosial yang ia jumpai. Memperkaya pengetahuan dan pengalaman siswa. Mendidik siswa berbahasa yang baik dan dapat menyalurkan pikiran serta perasaannya dengan jelas dan tepat.Mau menerima dan menghargai pendapat oranglain.Memupuk perkembangan kreativitas anak.

Baca juga:   Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran dengan Metode SAS

Modeling The Way memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan keterampilan spesifiknya di depan kelas melalui demonstrasi. Siswa diberi waktu untuk menciptakan skenario sendiri dan menentukan bagaimana mereka mengilustrasikan keterampilan dan teknik yang baru saja dijelaskan. Strategi ini akan sangat baik jika digunakan untuk mengajarkan pelajaran yang menuntut keterampilan tertentu. Dalam hal ini siswa akan belajar tentang wudu secara benar.

Kini kegiatan belajar mengajar di kelas dua pada materi Ayo Berwudu menjadi semakin menyenangkan, asyik dan ceria dengan Metode Modeling The Way. Di akhir pembelajaran guru mendapatkan siswa mampu berwudu dengan benar. (pai1/ton)

Guru SD Negeri Boja 02

Author

Populer

Lainnya