Supervisi Klinis Tingkatkan Kinerja Guru di Masa Pandemi Covid-19

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Masa tanggap darurat pandemi Covid 19 belum jelas sampai kapan. Mau tak mau kepala sekolah harus mengubah strategi supervisi yang dilakukan kepada gurunya khususnya terkait supervisi akademik. Hal ini perlu dilakukan karena pembelajaran guru tidak lagi dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, melainkan secara daring (dalam jaringan), luring (luar jaringan) ataupun kombinasi antara keduanya (blended). Oleh sebab itu, pengambilan langkah-langkah yang tepat dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak sekolah perlu ditempuh di tengah wabah Covid-19 agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar.

Dengan adanya keputusan yang mensyaratkan siswa dan guru melakukan pembelajaran dari rumah maka kepala sekolah harus mampu menularkan semangat perubahan kepada guru, siswa, dan orangtua secara cepat dan akurat.

Kegiatan supervisi akademik di sekolah merupakan upaya pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru dalam upaya meningkatkan kinerja guru dalam proses pembelajaran, serta untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif (Mulyasa, 2011:111).

Supervisi akademik erat kaitannya dengan penilaian kinerja guru dalam pembelajaran, sehingga kompetensi guru harus selalu ditingkatkan. Kegiatan awal kepala sekolah selaku supervisor memusatkan perhatian pada perangkat pembelajaran, maupun skenario pembelajaran yang akan diterapkan. Pada tahap kegiatan inti kepala sekolah selaku supervisor mengamati : penguasaan kelas baik ketika memimpin secara klasikal maupun jika siswa terbagi dalam kelompok-kelompok. Mengamati media dan alat pembelajaran yang dipakai apakah relevan dengan materi pembelajaran, apakah mampu mendukung penjelasan guru, serta apakah mempermudah siswa memahami materi. Kegiatan penilaian mengamati apakah sesuai dengan jenis tagihan yang seharusnya, sesusai dengan indikator dan kompetensi yang diharapkan.

Baca juga:   Tingkatkan Kinerja Guru melalui Supervisi Akademik Berbasis Microsoft 365

Kegiatan penutup diamati supervisor meliputi bagaimana guru mengajak siswa menyimpulkan matari pembelajaran, memberi penguatan, dan pemberian tugas.
Supervisi di masa pandemi Covid -19 dilakukan pendekatan supervisi klinis. Supervisi klinis adalah mengembangkan kemampuan guru agar dapat bertanggung jawab terhadap kinerja guru dan terbuka kepada orang lain. Supervisi klinis dilakukan dalam proses tatap muka yang memungkinkan kepala sekolah dan guru bersama-sama membahas dan menganalisis masalah pembelajaran jarak jauh yang dilakukan di rumah (PJJ).

Pelaksanaan supervisi klinis dilakukan dengan mempersiapkan dokumen tahun lalu untuk menentukan skala prioritas dan menyiapkan instrumen pengamatan. Selain itu juga melakukan koordinasi dan membuat kesepakatan tempat, waktu, cakupan materi yang diobservasi, strategi pengamatan maupun kriteria penilaian yang akan dilaksanakan. Kegiatan supervisi klinis dilaksanakan pada saat guru mengajar di laboratorium komputer melalui Zoom selama 2 x 30 menit. Pengamatan dilaksanakan dengan menggunakan instrumen, strategi, dan kriteria yang telah disepakati. Fokus pengamatan mulai kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiaatan penutup dan setelah selesai ditindaklanjuti dengan refleksi dan klarifikasi.

Baca juga:   Superedu Tingkatkan Kinerja Guru dalam Pembelajaran di Kelas

Setelah supervisi klinis dilaksanakan, kemudian hasil supervisi dianalisis. Hasil analisis tersebut kemudian dikoordinasikan dengan guru guna mendapatkan tanggapan. Tahap ini disebut tahap tindak lanjut berupa refleksi atau klarifikasi. Apabila ada keberatan dari guru yang disupervisi, maka klarifikasi dan refleksi ditunda pada kesempatan yang lain. Melalui supervisi klinis tersebut, program supervisi kepala sekolah di SMPN 26 Semarang dapat terlaksana dengan baik. Hasil evaluasi supervisi kepala sekolah mampu meningkatkan kinerja guru-guru SMPN 26 Semarang di masa pandemi Covid-19. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan supervisi klinis di masa Covid-19 cukup efektif. Guru menjadi semangat dalam mempersiapkan pembelajaran jarak jauh, sehingga kinerja meningkat walaupun dilaksanakan secara daring. (ips2/lis)

Kepala SMP Negeri 26 Semarang

Author

Populer

Lainnya