Pembelajaran Pidato dengan Moda Daring Whatsapp

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN daring atau jarak jauh (PJJ) SD Negeri 04 Doro, menuntut guru dan siswa untuk dapat menguasai teknologi pembelajaran secara digital. Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat guru dan siswa dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung. Selain penguasaan teknologi digital dan media online oleh pendidik dan peserta didik, fasilitas pendukung juga harus tersedia seperti smartphone, jaringan internet dan juga pulsa data atau paketan datanya.

Pembelajaran daring atau PJJ menjadi hal baru dalam kegiatan belajar mengajar akhir-akhir ini. Ini terjadi karena sedang mewabahnya virus corona yang menggemparkan hampir seluruh negara-nagara di dunia ini tidak terkecuali Indonesia. Pada awal diterapkannya PJJ ini membuat guru, siswa, dan orang tua siswa kebingungan. Guru harus mencari cara agar pembelajaran harus tetap berjalan walau belajar dari rumah. Siswa harus belajar sendiri tanpa bisa bertemu teman-temannya. Orang tua siswa tentunya tidak kalah pusing karena konsentrasi harus terpecah dengan anaknya yang melakukan kegiatan belajar dari rumah. Guru diharuskan mampu berkenalan dengan aplikasi-aplikasi yang sebenarnya sudah ada selama ini namun banyak guru yang tidak memanfaatkannya seperti Whatsapp.

Pada hari pertama pemberlakuan PJJ, ketika itu saya sudah mendapat masukan terkait aplikasi-aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk PJJ diantaranya Google Classroom, Google Form, Zoom, dan tentunya Whatsapp. Akhirnya kami memutuskan untuk memanfaatkan aplikasi Whatsapp untuk pembelajaran daring ini.

Baca juga:   Menggunakan Handpone di Pembelajaran IPA

Pembelajaran Moda Daring whatsapp dapat menjadi salah satu solusi dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik meskipun dalam situasi darurat. Pada pembelajaran daring hari pertama 10 siswa berhasil bergabung dan mengikuti pembelajaran dari 12 siswa yang ada. Dimulai dengan berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran, setelah berdoa guru menyapa siswa-siswi dan menanyakan keadaan masing-masing siswa. Kemudian guru kembali mengingatkan tentang materi pidato pada pembelajaran sebelumnya. Bertepatan pada hari pertama ini adalah pengambilan nilai praktik pidato.

Saya kembali mengulas tentang pidato dan setelah itu meminta siswa untuk membuat pidato dan tema yang kami sepakati adalah tentang pidato perpisahan kelas VI. Siswa SDN 04 Doro, Kabupaten Pekalongan, diberi waktu untuk menyelesaikan pidatonya masing-masing. Setelah berlangsung sekitar 30 menit saya menanyakan kepada siswa yang siap untuk tampil membacakan pidato. Siswa secara bergantian membacakan pidato yang mereka buat sehingga waktu pun tidak terasa.

Ada hal menarik dari penampilan siswa-siswi ini, berbeda saat pembelajaran berlangsung di kelas. Beberapa siswa yang selama ini saya kenal sulit untuk maju ke depan kelas, bisa dengan percaya diri tampil membacakan pidatonya. Setelah selesai saya memberikan apresiasi kepada siswa-siswi untuk pembelajaran saat itu. Kami berdiskusi dan saling memberikan apresiasi atas pencapaian mereka. Ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan. hal ini dapat dilihat dengan antusiasnya siswa agar pembelajaran berikutnya dapat memanfaatkan aplikasi Whatsapp atau aplikasi pembelajaran lain.

Baca juga:   Kesiapan Guru dengan Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19

Beberapa tanggapan siswa dan orang tua sangat baik. Bagi siswa hal ini membuat mereka tidak kehilangan suasana belajar yang selama ini mereka rasakan. Dengan tampilnya secara live tentu suasana persaingan juga terasa. Dengan belajar di rumah siswa tidak setegang saat di kelas. Bagi orang tua tentu sangat membantu karena anak-anaknya bisa belajar dengan pantauan langsung oleh gurunya sehingga lebih kondusif. Namun ada juga kendala seperti beberapa siswa yang memilki ketidakmampuan dalam membeli kuota kesulitan mengikuti pembelajaran ini, selain itu kuota yang digunakan aplikasi ini cukup besar. Untuk siswa yang kesulitan saya memberikan solusi dengan mendatangi siswa dan meminjamkan HP saya, atau memberinya tugas pengganti agar tidak tertinggal pelajaran. Pada akhirnya kita harus mengubah beberapa cara penyampaian pembelajaran dan ini tidak berhenti sampai virus corona ini berakhir, Semoga bisa lebih memanfaatkan teknologi pada pembelajaran di kelas pada masa-masa akan datang. (bp1/zal)

Guru SDN 04 Doro, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya