Home Visit Alternatif Pembelajaran PAI di Masa Pandemi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR adalah suatu kata yang sudah cukup akrab dengan semua lapisan masyarakat. Belajar sebagai mana yang dikemukakan oleh Sudjana (2009: 28),belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan dari seseorang, perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, percakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek yang ada pada individu yang belajar. Belajar dipandang sebagai suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yaitu mengalami. Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan.
Pada masa pandemi covid-19 yang berlangsung sejak pertengahan Maret 2020 satuan pendidikan melakukan proses pembelajaran dengan jarak jauh, baik dengan moda daring (online) ataupun moda luring (offline). Beberapa prinsip pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada masa pandemi. sebagaimana dijelaskan dalam keputusan direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3451 tahun 2020, adalah sebagai berikut;

pertama, tidak membahayakan, upaya penyampaian kurikulum secara jarak jauh tidak menciptakan lebih banyak stres dan kecemasan bagi peserta didik dan keluarganya; kedua, Realistis, guru hendaknya mengetahui apa yang dapat dicapai dengan pembelajaran jarak jauh; ketiga, Tidak membebani peserta didik dengan tugas –tugas yang memberatkan; keempat, memberikan pengalaman belajar yang bermakna dengan menerapkan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan materi; kelima, Fokus pada pendidikan kecakapan hidup, khusus pencegahan dan penanganan pandemi covid-19, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas); keenam, Pembelajaran bagi peserta didik baru mengikuti kebijakan satuan pendidikan.

Baca juga:   Belajar PAI Lebih Mengena dengan Pengalaman Sendiri

Pada masa pandemi Covid-19, Metode pembelajaran home visit menjadi alternatif pembelajaran. Metode ini dilaksanakan dengan cara para guru mengunjungi tempat tinggal siswa dan mengumpulkan siswa yang tempat tinggalnya berdekatan 5 – 6 anak untuk memberikan pembelajaran, dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi anak didik. Para siswa akan mendapatkan 1-2 kali pertemuan dalam satu pekan. Dengan penerapan home visit, guru ataupun pihak sekolah dapat mengetahui informasi secara langsung kendala ataupun perilaku yang dilakukan anak didik di rumahnya. Sebab terkadang kendala atau permasalahan belajar yang dialami di sekolah dipengaruhi oleh permasalahan-permasalahan yang ada di rumah. Dengan home visit guru berinteraksi langsung dengan wali murid, sehingga guru dapat mengetahui profil siswa secara faktual.

Penerapan home visit Pada Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas III di SDN Rengas Kedungwuni Kabupaten Pekalongan pada KD 3.1 Memahami makna Surah an-Nasr, KD 4.1.3 menunjukan hafalan surah an-Nasr dengan lacar, dengan bertemu langsung dengan peserta didik dengan kelompok kecil lebih mudah dalam membimbing peserta didik untuk membaca,memahami dan menghafal surah an-Nasr.

Baca juga:   Belajar PAI Asik dengan Scramble

Home visit sebagai metode alternatif pembelajaran dimasa pandemi ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya antara lain ; guru mempunyai kesempatan untuk mengetahui keadaan siswa dan kondisi keluarga, menambah komunikasi dengan orang tua siswa, lebih mudah dalam membimbing siswa dengan kelompok kecil. Kelemahan dari home visit adalah membutuhkan waktu lebih lama dalam menyelesaikan kompetensi dasar, dan membutuhkan media lain dalam menunjukan hafalan yaitu anak membuat vidio hafalan kemudian dikirim melalui WhatsApp. (bp1/zal)

Guru PAI SDN Rengas Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya