Peran Kepala Madrasah di Saat Pandemi Covid-19

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kepala madrasah memegang peranan vital sebagai leader dalam membangun atmosfir pendidikan dan memastikan peserta didik tetap mendapatkan pembelajaran bermakna. Seperti dilakukan MTs. Salafiyah Slarang Kidul yang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada siswanya dengan tetap menggunakan pembelajaran aktif.

Beberapa langkah yang saya ambil sebagai kepala madrasah dalam membangun manajemen madrasah yang salah satunya tetap memasukkan unsur pembelajaran aktif di tengah pandemi Covid-19, yaitu: (1) Mendayagunakan seluruh komponen pendidikan dalam rangka menjamin terlaksananya pembelajaran dengan suasana yang berbeda. Merancang kurikulum dan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi darurat bencana covid-19 ini melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi (kelas pintar). Langkah ini sangat penting mengingat bahwa kegiatan belajar mengajar akan dilakukan oleh guru dan peserta didik meskipun menggunakan metode jarak jauh (daring). Saya bersama para guru membuat peta pengajaran yang rinci dan akurat tentang sebaran materi yang akan dilaksanakan/dibahas selama pandemi Covid-19

(2) Memberikan semangat dan apresiasi kepada guru, siswa dan orang tua. Pemberian motivasi kepada para guru agar apapun kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh guru dapat dibicarakan dengan baik tentang pemanfaatan media daring ataupun solusi yang ingin di dapatkan. Guru mengajar online artinya membutuhkan ekstra energi untuk menyiapkan materi, dan lain-lain. Seluruh warga sekolah tentunya sangat merindukan sekolah terutama bagi siswa, sekolah adalah rumah kedua bagi mereka. Saya selalu memberikan motivasi dan juga himbauan agar dalam masa-masa yang penuh kebosanan ini siswa tetap bersemangat melakukan aktivitasnya di rumah.

Baca juga:   Gak Boring Belajar Adjective Pakai Role Playing

(3) Melakukan pelatihan daring secara singkat mengenal platform pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selaku kepala madrasah menyadari keterbatasan kemampuan dan sarana yang tersedia. Tidak semua guru mampu mengoperasikan platform daring dan mempunyai sarana seperti ketersediaan kuota sepanjang waktu. Disinilah peran para guru yang melek IT dan yang telah mendapatkan pelatihan-pelatihan di bidang IT mendampingi guru lain yang belum bisa sehingga ketercapaian penggunaan dan pengoperasian platform dapat dijalankan. Sehingga bukan lagi menjadi penghalang bagi para guru untuk mengoperasikan aplikasi pembelajaran tatap maya (daring/online).

(4) Mentransformasikan laporan tugas ke dalam bentuk daring untuk Kemeneg Kabupaten Tegal. Seluruh pemangku kepentingan madrasah yang bertugas dan menjabat untuk menyusun rencana kerja darurat untuk dilaporkan setiap harinya. Laporan tersebut secara terperinci seperti deskripsi kegiatan dan bukti fisik seperti foto dan lain-lain. Laporan dikirim melalui WhatsApp sehingga memudahkan semua pemangku kepentingan madrasah dalam pelaporan dan bertanggung jawab atas tugas dan kinerja masing-masing.

(5) Melakukan komunikasi multi arah dalam upaya sterilisasi satuan pendidikan. Wabah yang sedang berlangsung ini sangat memprihatinkan dan tentu saja pihak madrasah harus ikut andil dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Madrasah mendapatkan bantuan dari pemerintah desa terkait untuk melakukan penyemprotan disinfektan (disinfectant spray) di lingkungan madrasah agar madrasah siap digunakan pada waktunya. Selain itu, para siswa diajarkan untuk membuat disinfektan sendiri dan menjadi agen pencegahan covid-19 di rumahnya masing-masing. (fbs1/ton)

Baca juga:   Peningkatan Hasil Belajar pada Materi Salat Jumat melalui Snowball Throwing

Kepala MTs. Salafiyah Slarang Kidul Kec. Lebaksiu Kab. Tegal

Author

Populer

Lainnya