Pembelajaran Berbasis Proyek pada Tahap Pelaporan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Aktivitas belajar siswa memegang peranan penting dalam proses pembelajaran, karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja secara mandiri dalam proses pembelajaran. Hamalik (2009 : 179) menjelaskan, aktivitas belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran individu baik fisik atau non-fisik yang dilakukan guna mendapatkan perubahan ke arah yang lebih baik (memperoleh pengetahuan dan pengalaman).

Berdasarkan informasi dari guru ekonomi kelas XII IPS SMAN 3 Pemalang mengatakan bahwa selama pembelajaran siswa hanya diam saja tanpa mengajukan pertanyaan. Ada beberapa siswa yang sibuk sendiri dalam mengikuti pembelajaran, terdapat pula siswa yang tidak mencatat materi yang dijelaskan oleh guru serta terdapat beberapa siswa berbicara sendiri dengan teman tanpa mendengarkan penjelasan dari guru. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa aktivitas belajar siswa rendah sehingga berdampak pada hasil belajar siswa.

Salah satu KD dalam mata pelajaran ekonomi sesuai dengan silabus kelas XII IPS SMAN 3 Pemalang yaitu menyusun laporan keuangan perusahaan jasa. KD Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa ini menuntut siswa untuk dapat menyusun dan mengkaji laporan keuangan perusahaan jasa. Penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa dimulai dengan pembuatan laporan laba/rugi, laporan perubahan ekuitas atau laporan perubahan modal dan neraca.

Baca juga:   GGE Memotivasi Pembelajaran Penguatan Ekonomi Maritim

Salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa yaitu dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek. Model ini dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaraan di kelas dengan melibatkan kerja proyek (Thomas dalam Wena, 2011:144). Dengan demikian, pada kompetensi dasar menyusun laporan keuangan perusahaan jasa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek siswa dapat terlibat lebih aktif.

Penerapan model pembelajaran berbasis proyek ini dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII IPS SMAN 3 Pemalang pada mata pelajaran ekonomi KD Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa.. Sesuai dengan pendapat Yudi (dalam Trianto 2014:40), model pembelajaran berbasis proyek melibatkan peserta didik secara langsung dalam memecahkan permasalahan yang ditugaskan, mengizinkan para peserta didik untuk aktif membangun dan mengatur pembelajarannya, dan dapat menjadikan peserta didik yang realistis. Priansa (2015:171) juga mengungkapkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek mendorong peserta didik untuk aktif dan terlibat dengan aktif dalam seluruh proses pembelajaran.

Baca juga:   Tantangan Pembelajaran Tatap Muka setelah Masa Pandemi

Aktivitas belajar siswa yang meningkat berdampak pada hasil belajar siswa. Seperti yang diungkapkan oleh Mourshund (dalam Wena, 2011:147) bahwa model pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa kelebihan, yaitu dapat membuat siswa aktif dan berhasil dalam memecahkan masalah yang kompleks, siswa dapat mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi, dan meningkatkan kemampuan mengelola sumber daya. Priansa (2015:170) juga mengungkapkan pembelajaran berbasis proyek mendorong peserta didik berpikir lebih mendalam sehingga pengetahuan yang dimilikinya akan semakin berkembang. (fbs1/ton)

Guru Ekonomi SMAN 3 Pemalang

Author

Populer

Lainnya