Mudah Memahami Aksara Jawa Swara melalui Media Permainan Ular Tangga

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Aksara Jawa bagi sebagian siswa sekarang merupakan aksara yang dipandang sangat sulit dipelajari, bahkan merupakan momok yang terkesan menakutkan pada mata pelajaran bahasa Jawa. Cara pembelajaran yang monoton di ruangan dengan teknik cramah kurang menyenangkan akan membuat siswa menjadi bosan dan tidak berkonsentrasi dalam belajar. Untuk itu pembelajaran Bahasa Jawa tentang Aksara Swara (A, I, U, E, O) perlu diubah lebih baik dan menarik dengan berbagai variasi. Salah satunya menggunakan media permainan ular tangga.

SMK Negeri 1 Jambu adalah salah satu SMK yang ditunjuk sebagai percontohan sekolah menyenangkan dan berbudaya industri. Sehingga dalam pembelajaran dituntut untuk kreatif dalam penyampaian agar menyenangkan dan mudah dipahami. Pembelajaran aksara Jawa swara dengan teknik ceramah/siswa diminta membaca dan menghafal saja terlihat siswa kurang antusias dan cederung tertekan, hal itu terlihat dari saat diadakan ulangan hasinya rata- rata dibawah KKM. Melihat hasil yang seperti itu maka perlu menerapkan pembelajaran yang mengajak siswa tidak hanya mendengar tetapi juga melihat dan berinteraksi langsung dengan permainan ular tangga dalam materi kelas XII semester gasal.

Baca juga:   Tingkatkan Self Efficacy Karir Siswa dengan Cinema Therapy

Dengan pembelajaran menggunakan permainan ular tangga pada materi memahami aksara swara, diharapkan siswa senang, asyik dan antusias melaksanakan pembelajaran. Dan setelah diadakan evaluasi pembelajaran hasilnya meningkat.

Media ular tangga sebagai salah satu metode untuk memudahkan anak mengerti dan hafal, sehingga nantinya bisa membaca kalimat dengan menggunakan aksara swara. Media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar. Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti: buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut Nasional Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar termasuk teknologi perangkat keras. Menurut Muhamad Nur Rizal (Dosen Fakultas Teknik UGM) perintis gerakan sekolah menyenangkan, guru seharusnya tak sekadar transfer ilmu pengetahuan. Apa yang diberikan bukan cuma meteri dan nalarnya bukan standardisasi, tetapi lebih kepada bagaimana mengasah daya imajinasi dan kolaborasi siswa.

Langkah pembelajaran dengan ular tangga tentang memahami aksara swara kelas XII semester gasal di SMK Negeri 1 Jambu terdiri dari 3 tahap. Pertama, tahap persiapan dengan menyiapkan media permainan ular tangga yang agak besar. Kedua, membuat kartu sesuai nomor di ular tangga bertulis kalimat bertulis huruf Jawa yang menggunakan aksara swara. Ketiga, siswa diminta membuat kelompok terdiri dari 10 orang.

Baca juga:   Kecakapan TIK dalam Pembelajaran Abad 21

Kemudian siswa diminta memainkan, tiap dadu dilempar menunjuk dan naik nomor berapa siswa harus mampu membaca. Bila tidak bisa baca maka harus turun 2 angka, begitu seterusnya. Bagi siswa yang mencapai nomor paling tinggi akan mendapatkan nilai tertinggi dan mendapatkan hadiah untuk memotivasi siswa.

Dengan penggunaan media ular tangga, siswa merasa senang, tertantang, bisa bekolaborasi dan antusias dalam proses pembelajaran, lebih memahami huruf jawa terutama aksara swara (A, I, U ,E, O). Terlebih lagi ketika diadakan ulangan tentang aksara swara kelas XII semester gasal di SMK Negeri 1 Jambu Kab. Semarang rata-rata nilai di atas KKM. (fbs1/ton)

Guru Bahasa Jawa SMK Negeri 1 Jambu, Kabupaten Semarang.

Author

Populer

Lainnya