Asyiknya Belajar Kritik dan Esai dengan Metode Problem Based Learning

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BAGI guru mengajak siswa untuk berpikir kritis adalah menarik dan menantang. Pada siswa Sekolah Menengah Atas kelas XII terlebih sudah memasuki nalar berpikir yang cukup matang meskipun masih dibilang remaja belum dewasa. Namun pembelajaran materi kritik dan esai sangat menarik untuk diajarkan. Sering ditemui pembelajaran ini rumit dan menguras pikiran dan akhirnya menjenuhkan. Hal itu sering dijumpai karena metode yang kurang sesuai. Penulis mencoba menggali pembelajaran ini dengan metode based learning. Metode yang menurut penulis mampu membuat siswa termotivasi dan bersemangat dalam mempelajari materi tersebut.

Model pembelajaran PBL (problem based learning) adalah sistem pembelajaran yang berpijak pada masalah yang dihadapi siswa pada saat proses mendapatkan ilmu pengetahuan. Ini berfungsi agar siswa bisa mandiri dalam menemukan solusi berdasarkan masalah yang ada. Dalam prosesnya, pembelajaran PBL atau dalam bahasa Indonesia berarti pembelajaran berbasis masalah (PBM). Memanfaatkan strategi yang lebih sistematik untuk menemukan solusi dari masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari pada siswa.

Pembelajaran PBL ini menurut J. Duch (1994) adalah instruksi kepada siswa untuk selalu belajar. Menciptakan kolaborasi yang solid dalam suatu grup untuk memecahkan masalah yang ada. Materi masalah yang dibuat guru untuk siswa, bermanfaat untuk menumbuhkan kecakapan dalam analisis, inisiatif dan kritis yang mana nantinya akan terbenam pada pola pikir peserta didik.
Tujuan model problem based learning yang diterapkan di SMAN 1 Kesesi yaitu meningkatkan pola pikir menemukan solusi atau pemecahan masalah, Melatih siswa memiliki keterampilan untuk proses berpikir abstrak tentu sangat berbeda dengan melatih siswa untuk berpikir konkret, Mendukung kemampuan siswa ketika menghadapi masalah di kehidupan nyata dan mempelajari tugas penting sebagai manusia mandiri, Mempelajari kemandirian dengan menantang siswa untuk terus menemukan solusi dari masalah dalam realitas yang diciptakan siswa sendiri. Ini bisa berdampak pada pengembangan mental yang lebih solid untuk kehidupan yang lebih mandiri.

Baca juga:   Pentingnya Memahami Pendidikan di Sekolah Dasar

Langkah–langkah pembelajaran dengan metode Problem Based Learning pada materi kritik dan esai pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII sebagai berikut pertama, Konsep Dasar. Guru menyampaikan dasar pengetahuan yang terdiri dari konsep dasar, instruksi, sumber, koneksi dan keterampilan yang dibutuhkan dalam materi kritik dan esai. Ini bermanfaat agar siswa bisa menangkap maksud dari apa yang disampaikan. Sehingga suasana pembelajaran akan terkoneksi dengan mudah dan visi misi pembelajaran bisa tercapai.

Kedua, Pendefinisian Masalah. Pada bagian ini guru mengutarakan skenario atau permasalahan, lalu siswa melaksanakan aktivitas brainstorming, ini berarti setiap siswa dalam grup harus menyatakan ide dan pendapat. Langkah ini bisa melahirkan berbagai macam ide pendapat terkait kritik dan esai.

Ketiga, Pembelajaran Mandiri (Self Learning) . Siswa diharuskan menemukan referensi belajar dari banyak sumber agar permasalahan yang ada akan semakin jelas. Referensi bisa memiliki bentuk berupa artikel, video, perpustakaan, berita, situs internet, buku apapun itu asalkan bahan berasal dari sumber yang relevan. Investigasi ini mempunyai misi penting yakni Pertama agar siswa bisa menemukan sumber informasi dan memahami permasalahan dengan baik. Kedua agar siswa bisa bersatu dengan satu tujuan dalam mengutarakan isu didepan kelas secara akurat dan relevan. Keempat, Pertukaran Pengetahuan (Exchange Knowledge) .

Baca juga:   Mengantisipasi “Speaking Loss” selama PJJ dengan “Habit Formation”

Sesudah siswa memperoleh referensi yang diinginkan untuk penajaman materi. Pada pelajaran selanjutnya siswa diminta untuk berdiskusi dalam sebuah grup untuk mematangkan bahan sumber lalu merumuskan solusi untuk permasalahan grup. Sehingga pertukaran pengetahuan dalam grup diskusi bisa dilaksanakan dengan baik. Kelima, Penilaian (Assessment) . Terdapat tiga bagian yang harus dilakukan ketika penilaian yakni sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Kesuksesan PBL harus mengorbankan persiapan dan waktu yang tidak sedikit.

Pemahaman yang kurang akan berdampak pada siswa dalam memotivasi diri dalam pemecahan masalah. Namun demikian yang menarik adalah Penemuan solusi adalah metode paling signifikan untuk bisa memahami pengetahuan. Problem solving bisa memicu pembelajar untuk lebih lapar dengan ilmu pengetahuan. Pemecahan masalah bisa menumbuhkan semangat siswa dalam kegiatan belajar. Bisa bermanfaat untuk menemukan cara agar menerangkan pengetahuan kepada orang lain.

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Kesesi

Author

Populer

Lainnya