Lingkungan Belajar Dukung Keberhasilan Pembelajaran Materi Conversation

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN di satuan pendidikan tingkat SMP yang diterapkan saat ini sesuai dengan panduan penyelenggaraan pada tahun ajaran dan Tahun akademik Baru di masa Pandemi Covid-19 disusun atas kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19. Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.

Belajar dengan sistem daring adalah jawaban terhadap kegiatan belajar mengajar yang terdampak Covid-19 ini. Berdasarkan Surat keputusan dari Dinas Pendidikan kota Semarang, maka SMPN 24 Semarang juga menerapkan pembelajaran system daring. Pembelajaran ini memanfaatkan perkembangan teknologi di dunia pendidikan, dimana dapat diakses melalui aplikasi-aplikasi yang dapat menjadi media pembelajaran di masa pandemi.

Belajar bahasa Inggris idealnya mempelajari semua keterampilan berbahasa yaitu listening, speaking, reading, dan writing. Namun, keterampilan menyimak dan berbicara merupakan hal sulit di kalangan pelajar. Apalagi saat ini dihadapkan dengan pembelajaran daring. Pada materi conversation, guru hendaknya dapat menciptakan suasana belajar cooperative dengan orang tua/wali siswa dirumah dengan menyajikan pembelajaran yang interaktif dankomunikatif. Penugasan dari guru untuk siswa dengan melakukan conversation dengan orang tua/wali siswa selain untuk latihan speaking& listening juga dapat mendekatkan siswa dengan orang tua/wali siswa di rumah. Karena dalam materi conversation diperlukan lawan bicara untuk belatih bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Orang tua/wali siswa pun dapat memberikan semangat untuk putra putrinya dalam belajar dengan turut serta larut dalam proses belajar.

Baca juga:   Pembelajaran Procedure Text dengan YouTube

Lingkungan belajar merupakan wilayah dengan segenap isinya yang saling berhubungan dengan kegiatan belajar. Menurut Saroni Jamal (2011: 110) “Lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat proses pembelajaran dilaksanakan”. Lingkungan belajar sangat mempengaruhi keberhasilan proses belajar. Disinilah peran orang tua dalam mendukung tercapainya tujuan pembelajaran sangat diperlukan.

Lingkungan belajar siswa disini terbagi dua yaitu lingkungan fisik dan sosial. Lingkungan fisik adalah lingkungan yang ada di sekitar siswa, yang berupa pengaturan pencahayaan baik di rumah maupun di sekolah. Lingkungan sosial dalam hal ini tentu harus ada kerjasama lingkungan di sekitar sekolah, atau masyarakat dengan pihak sekolah. Banyak sekolah yang terletak di tengah lingkungan masyarakat dan untuk menjaga keamanan dan ketenangan dalam berlangsungnya proses belajar mengajar di sekolah, maka harus ada kerjasama antar pihak sekolah dan masyarakat di sekitarnya.

Tidak hanya masyarakat yang ikut menjaga supaya murid focus dengan pelajaran dan tidak teralih ke suara dari lingkungan sekitar sekolah.
Dengan cara menjaga kondisi kelas tetap tenang dan nyaman tentu guru harus bisa memiliki dan menerapkan strategi pembelajaran yang baik dan menyenangkan bagi siswa agar siswa tidak jenuh dalam belajar dan membuat fokus mereka teralihkan.

Baca juga:   Turunan Fungsi dengan Google Classroom pada Pembelajaran Matematika Daring

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan seorang guru adalah meskipun pembelajaran jarak jauh, sapaan, respon, dan umpan balik atau penghargaan terhadap tugas yang dikerjakan merupakan hal yang tidak boleh dilupakan oleh guru. Jangan sampai ada asumsi, peserta didik merasa dibebani tugas-tugas yang diberikan. Tetapi tidak ada umpan balik dari guru seperti pekerjaan siswa yang sudah dikerjakan maksimal tapi guru tidak mengoreksi. Mari kita bersama-sama menyikapi bagaimana cara mengajar peserta didik supaya berhasil. Kita berdoa semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu. (fbs1/zal)

Guru SMPN 24 Semarang

Author

Populer

Lainnya