Kombinasi Pembelajaran Daring dan Luring pada Masa Pandemi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Covid-19 memaksa berbagai aspek kehidupan berubah. Pemerintah memutuskan Work From Home (WFH). Belajar pun diharuskan daring. Pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan menginstruksikan mengawali tahun pelajaran 2020/2021 dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk wilayah yang belum masuk kategori hijau.

Pelaksanaan PJJ ada tiga cara yaitu pembelajaran daring, pembelajaran luring, dan kombinasi keduanya. Menurut KBBI Kemendikbud, daring adalah akronim dari dalam jaringan. Artinya terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya (https://www.suara.com/news, diakses pada 13 Juli 2020). Jadi pembelajaran daring dapat diartikan pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan jejaring komputer dan internet, serta menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Sedangkan luring adalah akronim dari luar jaringan. Luring diartikan sebagai terputus dari jejaring komputer. Adapun jenis kegiatan yang dilakukan luring yakni menonton acara TVRI sebagai pembelajaran siswa sekolah juga mengumpulkan karya berupa dokumen. Kegiatan Luring tidak menggunakan jaringan internet dan komputer, melainkan media lainnya seperti TV dan dokumen.

Ada banyak media yang digunakan untuk pembelajaran daring. Berbagai platform sudah lama menyediakan jasa ini. Sebut saja misalnya Google Clasroom, Rumah Belajar, Edmodo, Ruang Guru, Zenius, Google Suite for Education, Microsoft Office 365 for Education, Sekolahmu, Kelas Pintar. Inilah yang disebut sebagai platform microbloging (Basori, 2013). Masing-masing aplikasi atau media memiliki kelebihan dan kekurangan, guru dapat memilih aplikasi mana yang sesuai dan nyaman digunakan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. Adapun untuk pembelajaran luring dilakukan dengan cara setiap guru mata pelajaran membuat dokumen LKPD (lembar kerja peserta didik) yang kemudian dibagikan kepada peserta didik melalui wali kelas.

Baca juga:   Pembelajaran Metode RASIS Membiasakan Bebas Sampah Plastik

Pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Kandangan Kabupaten Temanggung dilakukan secara daring dan luring mengingat daerah tersebut minim signal untuk internet. Pembelajaran matematika untuk peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Kandangan Kabupaten Temanggung pada Kompetensi Dasar (KD) merasionalkan penyebut pecahan bentuk akar dipilih media YouTube sebagai media pembelajaran daringnya.

Dalam menggunakan media YouTube ini guru terlebih dahulu menyiapkan materi dengan mencari tayangan yang dianggap paling sesuai dengan kompetensi dasar tersebut, kemudian sebagai langkah pertama guru menjelaskan tujuan pembelajaran melalui media yang dikirim lewat WA baik dengan pesan suara, teks, atau file ppt. Langkah kedua, sebagai kegiatan inti pembelajaran daring ini yakni membagikan satu atau beberapa link YouTube untuk menyeragamkan materi video yang diamati oleh peserta didik, langkah berikutnya setelah mengamati video di YouTube peserta didik diminta untuk menginterpretasikan hasil pengamatannya pada LKPD yang telah dibagikan. LKPD yang telah diisi oleh peserta didik dikirim kembali ke sekolah tiap minggunya oleh orang tua/wali untuk kemudian mendapatkan tanggapan dari guru.

Baca juga:   Pembelajaran Seimbang Solusi Learning Loss Mapel Matematika

Pembelajaran matematika KD merasionalkan penyebut pecahan bentuk akar melalui tayangan youtube secara daring dan penyampaian LKPD secara luring berhasil diterapkan pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Kandangan Kabupaten Temanggung. (pai2/ton)

Guru Matematika SMPN 2 Kandangan Kab. Temanggung

Author

Populer

Lainnya