Supervisi Guru dalam Merencanakan Pembelajaran Model PBL

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Guru adalah pihak yang bertugas membimbing siswa agar dapat mencapai tujuan dalam pembelajaran sekaligus mengelola kelas agar dapat menjadi sebuah tim yang solid, komunikatif dan kondusif selama proses pembelajaran. Dari segi efektifitas, seorang guru di SD Negeri Purworejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung diharapkan mampu mengelola pembelajaran dengan baik. Pembelajaran yang monoton tentunya akan berpengaruh terhadap semangat belajar siswa dan prestasi belajar siswa. Pemilihan strategi juga model pembelajaran yang relevan dengan standar kompetensi juga dapat memacu kemampuan serta minat belajar siswa demi tercapainya optimalisasi kualitas pembelajaran dan pembelajaran yang bermakna.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 19 ayat 1 mengenai Standar Nasional Pendidikan juga dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Apakah pelaksanaan SUPAK (Supervisi Akademik) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran model PBL atau Problem Base Learning di SD Negeri Purworejo?

PBL adalah model pembelajaran sistematik yang mengikutsertakan pelajar ke dalam pembelajaran teoritis dan keahlian yang kompleks, pertanyaan otentik dan perancangan produk dan tugas. Pembelajaran berbasis proyek memiliki potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermanfaat bagi peserta didik. Dalam pembelajaran berbasis proyek, peserta didik terdorong lebih aktif dalam belajar. Guru hanya sebagai fasilitator, mengevaluasi produk hasil kerja peserta didik yang ditampilkan dalam hasil proyek yang dikerjakan oleh siswa. Penyampaian materi pelajaran hanyalah merupakan salah satu dari berbagai kegiatan dalam belajar sebagai suatu proses yang dinamis dalam segala fase dan proses perkembangan siswa (Slameto, 2013: 97).

Baca juga:   Bermain Sains dengan Anak TK Pertiwi Jatiroyom

Kepala SD Negeri Purworejo melakukan SUPAK dalam proses pembelajaran di kelas hingga saat ini masih juga ditemukan pengajar yang memposisikan peserta didik sebagai objek belajar, bukan sebagai individu yang harus dikembangkan potensi yang dimilikinya. Hal ini dapat mematikan potensi peserta didik. Dan dalam keadaan tersebut, peserta didik hanya mendengarkan pidato guru di depan kelas, sehingga mudah sekali peserta didik merasa bosan dengan materi yang diberikan. Akibatnya, peserta didik tidak paham dengan apa yang baru saja disampaikan oleh guru.

Berdasarkan kenyataan dan kondisi riil yang ada di SD Negeri Purworejo dari 6 rombongan belajar yang diampu oleh 8 guru kelas menunjukkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas hasilnya masih rendah. Hasil kondisi awal menunjukkan dari 8 guru 75 persen atau 6 orang kemampuannya masih kurang. Sedangkan yang 25 persen atau 2 orang guru cukup baik. 8 guru tersebut 6 guru kelas 1 -6 dan 2 guru mapel yaitu mapel penjaskes dan mapel PAI.

Kondisi tersebut perlu untuk dicarikan solusi pemecahannya. Oleh karena itu, penulis berupaya memecahkan permasalahan tersebut dengan melakukan praktik terbaik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kepala sekolah. Yakni, melalui supervisi akademik dengan bimbingan intensif bagi guru-guru di SD Negeri Purworejo. untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mempraktikkan model pembelajaran PBL.

Baca juga:   Menciptakan Student Wellbeing dengan Pembelajaran Interaktif Berbasis Power Point

Melalui SUPAK pembelajaran problem based learning dengan bimbingan intensif secara kelompok dan individu oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru secara signifikan meningkat menjadi 80 persen guru menjadi baik, dan sebesar 20 persen guru predikat cukup. Sehingga guru di SD Negeri Purworejo dapat meningkatkan kemampuan menyusun RPP tematik dan pembelajaran secara PBL dengan lancar, baik dan terencana. Bimbingan intensif oleh kepala sekolah secara kelompok dan individu terhadap semua guru perlu dilakukan secara periodik dan ditetapkan pada awal tahun pelajaran (pada saat pembagian tugas). Kepala sekolah perlu memberi kesempatan pada guru-guru yang dianggap sudah mampu untuk menyupervisi guru lain, dan dilakukan dengan penuh perhatian serta mencerminkan sebagai kolaborasi membimbing dan mengarahkan guru akhirnya membawa dampak positif dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. (ips2.2/aro)

Kepala SD Negeri Purworejo, Kec/Kab Temanggung

Author

Populer

Lainnya