Ritual Daring Tingkatkan Pemahaman Materi Daur Hidup Hewan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN IPA bertujuan untuk memahami segala sesuatu yang terjadi di alam. Siswa dibimbing untuk mampu memahami konsep-konsep IPA yang nantinya akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Di antara materi IPA yang lekat dengan kehidupan sehari-hari siswa adalah daur hidup hewan.

Permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran daur hidup hewan di SD kelas 4 adalah siswa kesulitan menjelaskan daur hidup hewan dengan tepat. Model pembelajaran yang kurang tepat menjadikan siswa sulit dalam memahami materi daur hidup hewan dan mengakibatkan siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal.

Salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan siswa SDN Ngaliyan 03 Semarang dalam memahami materi daur hidup hewan adalah Ritual Daring atau Inkuiri berbantuan Audio Visual Dalam Jaringan. Ritual Daring ini efektif diterapkan sebagai alternatif pembelajaran jarak jauh di masa pandemi.

Shoimin (2014: 85) menyatakan bahwa inkuiri adalah kegiatan pembelajaran dimana siswa didorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan siswa menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar harus disesuaikan dengan kognitif anak SD. Menurut Piaget (dalam Anni, 2009: 207) pada usia 7-11 tahun anak mampu mengoperasikan berbagai logika, namun masih dalam bentuk benda konkrit. Oleh karena itu, mengajar sebaiknya menggunakan alat peraga atau media yang konkret. Salah satu media pembelajaran yang memudahkan siswa dalam memahami materi adalah media audio visual.

Baca juga:   Mudah Mengenal Virus melalui Pembelajaran Kooperatif Make A Match

Pembelajaran inkuiri memiliki enam langkah. Pertama orientasi, pengkondisian siswa untuk siap belajar, memberikan motivasi kepada siswa juga menyampaikan pentingnya proses pembelajaran. Kedua merumuskan masalah, guru memberikan permasalah kepada siswa seperti teka-teki yang harus dipecahkan oleh siswa.

Ketiga merumuskan hipotesis, siswa memberikan jawaban sementara yang nantinya akan diuji kebenarannya. Keempat mengumpulkan data, guru membimbing siswa untuk melakukan percobaan sebagai data untuk menjawab hipotesis yang telah dibuat.

Kelima menguji hipotesis yaitu, guru meluruskan kesalahan yang dibuat oleh siswa sekaligus memberikan penjelasan kembali kepada siswa sehingga tidak terjadi kekeliruan. Keenam merumuskan kesimpulan yaitu guru mengajak siswa untuk merumuskan kesimpulan dari hasil pembelajaran yang dilakukan.

Kelebihan dari model pembelajaran inkuiri antara lain: Pengetahuan bertahan lama atau dapat diingat dalam waktu lama dan lebih mudah diingat. Hasil belajar mempunyai efek transfer yang lebih baik. Secara menyeluruh, meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berfikir secara bebas. Inkuiri akan berhasil diterapkan apabila didukung dengan media audiovisual.
Hamdani (2011:249) mengemukakan bahwa audiovisual akan menjadikan penyajian bahan ajar kepada siswa semakin lengkap dan optimal. Selain itu, media ini dalam batas-batas tertentu dapat juga menggantikan peran dan tugas guru. Sebab, penyajian materi bisa diganti oleh media, dan guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar, yaitu memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar.

Baca juga:   Belajar Ungkapan Saran dengan Metode Numbered Heads Together

Yudhi Munadi (2013: 127) menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran audio-visual atau video memiliki beberapa manfaat di antaranya mengatasi keterbatasan jarak dan waktu; Pesan yang disampaikan cepat dan mudah diingat, Mengembangkan imajinasi murid; Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistik; dan Menumbuhkan minat dan motivasi belajar.

Bertalian dengan uraian di atas, media audio visual ini sangat membantu dalam pembelajaran daring di masa pandemi ini, mengingat saat ini pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan, khususnya di daerah zona merah.

Melalui langkah-langkah inkuiri berbantuan audio visual, siswa dapat mengamati proses daur hidup hewan dan mampu membuktikan hipotesis. Oleh karena itu dengan menerapkan model inkuiri berbantuan audiovisual secara daring atau Ritual Daring dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi daur hidup hewan. (ips2/zal)

Guru SDN Ngaliyan 03 Semarang

Author

Populer

Lainnya