Pameran Kelas Munculkan Apresiasi dan Gandakan Kreasi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pameran karya seni tidak hanya dilakukan para seniman saja. Mata pelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 15 Surakarta memiliki program mempublikasikan karya Seni Rupa peserta didik yang menampilkan karya seni lewat pameran kelas. Pameran ini diselenggarakan di lingkungan kelas. Para peserta didik diberikan kebebasan, memilih lokasi bisa di dalam kelas atau halaman kelas, dengan mempertimbangkan kemudahan melihat karya yang dipamerkan.

Menurut Myers, B. (1985), pameran sebagai satu aktivitas yang melibatkan satu ruang, biasanya galeri mempamerkan hasil karya seni seperti lukisan, catan, cetakan, arca, ukiran, gambar foto dan karya yang siap. Kegiatan ini diharapkan menjadi komunikasi antara seniman (dalam hal ini adalah peserta didik) yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator/yang melihat karya seni siswa kemudian mengapresiasinya. Pameran kelas merupakan kegiatan memperlihatkan karya seni rupa yang dihasilkan peserta didik selama menempuh pembelajaran di kelas kepada orang lain atau teman sekelasnya.

Hornby (1980) mengatakan bahwa apresiasi adalah sebuah pengenalan dengan pemahaman yang tepat untuk dipertimbangkan dan mendapat penilaian. Peserta didik mampu menunjukkan kreasi melalui kreativitas di bidang seni.Pameran dapat digunakan sebagai media apresiasi karena di dalamnya menampilkan karya seni rupa. Hal tersebut dapat memberikan pembelajaran kepada siswa tentang berbagai corak, gaya, aliran dan teknik karya seni rupa.

Baca juga:   Hasil Belajar Matematika Meningkat dengan Pembelajaran Kooperatif

Pameran kelas melatih peserta didik untuk bekerjasama. Penyelenggaraan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan kerja bersama yang melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan pameran kelas dapat mendidik para siswa untuk bekerjasama. Pameran di kelas memiliki fungsi sebagai sarana yang strategis dalam memupuk, membina, dan mengembangkan kemampuan atau bakat peserta didik dalam melakukan apresiasi terhadap karya seni yang dipamerkan. Melalui kegiatan pameran, peserta didik dilatih untuk memberikan apresiasi tanggapan dan penilaian baik secara lisan, tertulis, maupun melalui perbuatan atau sikap.

Membangkitkan motivasi peserta didik dalam berkarya seni. Melalui pameran kelas, karya-karya para peserta didik akan dilihat oleh teman teman dan gurunya sehingga para peserta didik termotivasi untuk menghasilkan karya yang terbaik. Hal tersebut akan memunculkan persaingan yang sehat, terarah, dan dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berkarya seni rupa.

Seperti Lydia Elsa siswa kelas 9G SMP Negeri 15 Surakarta sampaikan, dia merasa bangga hasil karya seni rupa nya dipamerkan di halaman kelas, bisa dinikmati selain teman sekelas juga dilihat oleh bapak ibu guru staf yang lewat atau meluangkan waktu untuk melihat karya seninya, Lebih senang lagi ketika mendengar apresiasi beberapa teman yang menilai baik dan memuji hasil karya seninya.

Baca juga:   Pemilihan Ketua OSIS dengan Menerapkan Sistem E-Voting

Pada pameran kelas peserta didik dilatih untuk memunculkan apresiasi secara lisan, tertulis, pada pembelajaran Seni Budaya. Pameran kelas memiliki fungsi pendidikan dan fungsi hiburan. Melalui kegiatan pameran, kelas para peserta diberi kesempatan untuk melakukan apresiasi terhadap karya seni teman yang dipamerkan, dan secara umum ini membawa efek positif terhadap perkembangan minat, kemampuan, peningkatan nilai yang diperoleh peserta didik pada KBM Seni Budaya. (ips2.2/ton)

Guru SMP Negeri 15 Surakarta

Author

Populer

Lainnya