Dengan Metode TGT Belajar Jadi lebih Menyenangkan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SEORANG guru yang bermutu merupakan penentu kualitas pendidikan selain sistem pendidikan. Guru harus mampu memberikan pembelajaran yang mudah dimengerti dan dipahami siswa sehingga tujuan pembelajaran terwujud. Guru merupakan dalang dalam pembelajaran yang harus pandai menarik perhatian siswa. Siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran kalau dirinya merasa suka dengan gaya guru mengajar. Selain model, metode, dan alat pembelajaran yang menarik, media pembelajaran merupakan faktor penentu dalam penyajian pembelajaran. Media merupakan sarana fisik yang dapat membantu terjadinya proses belajar.

Segala sesuatu yang dapat merangsang pikiran, perasaan serta keterampilan siswa yang mendorong terjadinya proses pembelajaran. Banyak faktor yang menyebabkan menjadi kendala dalam pembelajaran selain dari guru dan peserta didik. Banyak faktor yang menyebabkan selain dari guru dan peserta didik. Dari faktor peserta didik masih bingung memahami materi. Untuk membaca siswa banyak yang malas, sedangkan faktor dari guru yaitu metode pembelajaran yang monoton kurang variatif, selama ini metode yang dilakukan masih konvensional dengan metode ceramah sehingga peserta didik menjadi bosan.

Guru mencoba terobosan dengan menggunakan model TGT dengan harapan peserta didik akan mendapatkan pengalaman belajar yang pada akhirnya akan membuat peserta didik dapat mengungkapkkan sebuah pikiran, gagasan, keterbukaan dalam suasana diskusi yang nyaman.

Baca juga:   Pembelajaran IPS Door To Door saat Pandemi Covid-19

Interaksi sosial dan lembaga sosial merupakan materi Bab 2 mata pelajaran IPS kelas 7 di semester 1 ini akan lebih mengena pada siswa jika menggunakan metode TGT, hal ini disesuaikan dengan karakters siswa kelas 7G SMP Negeri 31 Semarang yang memiliki keaktifan dalan berbicara dan bersikap, namun kurang dalam memahami materi kalau hanya diterangkan saja. Oleh karena itu penulis mencoba menggunakan tehnik TGT atau lebih dikenal dengan Teams Games Tournament ini akan membuat siswa 7G khususnya tertarik dalam megikuti pelajaran.
Metode TGT merupakan model pembelajaran yang mengajarkan pada siswa untuk bekerjasama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Dinamika kelompok yang kohesif dan kompak serta tumbuhnya rasa kompetensi antar kelompok,a suasana diskusi yang nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan games ini akan memudahkan pemahaman baru siswa sesuai tujuan pembelajaran yang kita harapkan.

Langkah-langkah pembelajaran dalam model Teams Games Tournament adalah sebagai berikut: Kelas dibagi tiap kelompok terdiri dari 4 siswa heterogen kemudian diberikan informasi pokok materi. Siapkan beberapa meja, untuk tiap meja ditempati 4 orang siswa yang memiliki kemampuan setara. Meja 1 diisi dengan kemampuan siswa yang tertinggi, meja 2 diisi dengan sisiswa kemampuan level dibawah meja 1 dan meja berikutnya diisi siswa dengan level dibawah meja sebelumnya. Pelaksanaan turnament, setiap siswa mengambil kartu yang telah disediakan di tiap meja dan mengerjakannya dalam waktu tertentu. Siswa bisa mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya akan diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnament untuk tiap individu sekaligus skor kelompok asal.Skor yang diperoleh diberikan sebutan superior, very good, good, medium. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, dengan memberikan penghargaan baik individu maupun kelompok dengan pemberian gelar.

Baca juga:   Belajar Konsep Ruang melalui Peta dengan Multimedia Ular Tangga

Dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut, sntun dan ada sajian bodoran membuat suasana dalam dinamika kelompok menjadi hidup. Siswa yang belum memahami materi tidak merasa terbebani untuk berani bertanya akan jawabannya yang salah, dengan demikian keaktifan siswa akan menjadikan siswa mudah mengingat dan memahami materi tersebut.
Suasana pembelajaran saat menerapkan model pembelajaran TGT terasa berbeda, peserta didik merasa enjoy, nyaman dan senang dalam memahami materi pembelajaran dan dapat menyelesaikan tugas sesuai harapan walau masih belum sepenuhnya. (ips2/zal)

Guru IPS SMPN 31 Semarang

Author

Populer

Lainnya