Tingkatkan Keaktifan dan Prestasi PAI dengan Metode NHT

spot_img

RADARRSEMARANG.ID, Kegiatan belajar mengajar (KBM) dirancang dengan mengikuti prinsip-prinsip khas yang edukatif, yaitu kegiatan yang berfokus pada kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Dengan demikian dalam KBM guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. Tanggung jawab belajar tetap berada pada diri siswa dan guru hanya bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong prakarsa, memotivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar secara berlelanjutan dan sepanjang hayat.

Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti akan berjalan efektif jika berlangsung dalam kondisi dan situasi yang konduktif, hangat, menyenangkan, menarik dan nyaman. Oleh karena itu guru harus memahami berbagai strategi mengajar dengan berbagai karakteristiknya, sehingga mampu memilih strategi mengajar yang tepat dan mampu menggunakan strategi belajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan maupun kompetensi yang diharapkan.

Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada materi pokok Menghindari Minuman Keras, Judi dan Pertengkaran dengan metode ceramah, diskusi kelas, dan penugasan belum memenuhi hasil yang diharapkan secara optimal. Upaya yang penulis lakukan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kajen Kabupaten Pekalongan dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT). Menurut Kagan (dalam Foster 2002:11) Numbered Heads Together adalah suatu tipe model pembelajaran kooperatif yang merupakan struktur sederhana dan terdiri atas empat tahap yang digunakan untuk mereview fakta-fakta dan informasi dasar yang berfungsi untuk mengatur interaksi siswa. Jadi dalam pembelajaran kooperatif ini siswa mengontruksi pengetahuan dalam dirinya melalui interaksi secara aktif dengan teman-teman dan kelompok belajarnya.

Baca juga:   Mengenal Malaikat – Malaikat Allah SWT dengan Permainan Tebak Kata

Metode NHT memungkinkan bagi siaswa pada setiap kelompok untuk ikut serta memberikan ide-idenya membantu menyelesaikan masalah yang telah diberikan oleh guru. Kemudian melakukan pemberian nomor pada setiap siswa yang ada pada kelompok dan memanggil salah satu nomor untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.

Enam langlah pembelajaran Kooperatif (NHT) yaitu : pertama guru membuat skenario pembelajaran. Kedua membentuk kelompok yang beranggotakan 3-5 orang. Ketiga tiap kelompok menyiapkan jawaban atas pertanyaan guru dan soal-soal dalam LKS. Keempat diskusi masalah dalam kerja kelompok, siswa berfikir bersama untuk meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan guru dalam LKS. Kelima, memanggil nomor salah satu anggota atau pemberian jawaban. Keenam kesimpulan dan evaluasi.

Dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif model NHT ternyata dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kajen Kabupaten Pekalongan. Juga menghapus pandangan siswa bahwa proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang banyak hafalan selalu tidak menarik dan membosankan. Di sini siswa justru merasakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Hasil akhir proses pembelajaran ini menjadikan siswa lebih termotivasi dan aktif dalam belajarnya, sehingga prestasi meningkat. (dj2/lis)

Baca juga:   Hasil Belajar Bersinar dengan Strategi Example non Example

Guru PAI SMPN 3 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya