Pupuk Semangat Belajar IPS di Tengah Pandemi

spot_img

RADARRSEMARANG.ID, Sampai saat ini kita masih menghadapi pandemi Covid–19 yang masih ada di bumi kita tercinta. Salah satu langkah mengantisipasi agar dampak virus ini tidak meluas adalah menjaga jarak sosial (social distancing). Sekolah mengantisipasi agar virus ini tidak menyebar dilingkungan dengan mengubah pola pembelajaran tatap muka. Yakni, dengan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring (online).

Dalam pembelajaran IPS kelas IX pada materi Interaksi Antarnegara Asia dan Negara Lainnya di SMP Negeri 3 Kajen Kabupaten Pekalongan guru memerlukan sarana untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh ini. Salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan oleh guru adalah dengan menggunakan gadget. Semua orang menggunakannya untuk berbagai keperluan. Termasuk di dalamnya, siswa sekolah.

Gadget sebagai sarana pembelajaran pada mata pelajaran IPS menggunakan beberapa aplikasi antara lain, WhatsApp, Google Classroom, Google Form, Google Sheet, Google Slide dan Google Drive. Jika aplikasi tersebut tidak tersedia, siswa dapat mengunduhnya di Playstore. Aplikasi WhatsApp dan Google Classroom dapat dipergunakan guru sebagai pengganti kelas dan membentuk grup kelas. Materi dapat berupa teks, gambar, suara dan video. Dalam grup kelas tersebut siswa juga dapat berinteraksi, bertanya secara langsung pada guru atau juga menjawab pertanyaan-pertanyaan umpan balik yang diberikan guru. Guru juga dapat memanfaatkan Google Slide.

Baca juga:   Mudahnya Belajar Keragaman Etnik dan Budaya dengan Media Autoplay

Setelah materi diberikan guru dapat mengukur pemahaman siswa dengan melaksanakan tes. Untuk kegiatan ini, guru menggunakan aplikasi Google Form. Bentuk tesnya antara lain, tes pilihan ganda, tes esai, jawaban pendek dan esai jawaban panjang. Semua nilai siswa akan langsung muncul setelah siswa selesai mengerjakan soal yang diberikan. Nilai dapat diolah guru dengan menggunakan Google Sheet. Dengan menggunakan aplikasi ini guru dapat memanajemen nilai siswa menggunakan berbagai fitur rumus yang tersedia. Semua hasil penilaian, materi pembelajaran, dan soal-soal yang dibuat guru dengan Google Form dapat disimpan secara online. Penyimpanan bukan pada flash disk atau hard disk eksternal tapi menggunakan Google Drive.

Semua yang disampaikan di atas hanya alternatif model pembelajaran. Guru dapat menggunakan model lain dengan aplikasi jenis lainnya juga. Satu hal yang harus diingat, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan keharusan dalam pendidikan. Secara tegas hal ini telah disampaikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 22 tahu 2016. Pada Bab 1 permendikbud itu disebutkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Berdasarkan hal ini penggunaan gadget dalam pembelajaran merupakan alternatif yang patut dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya guru harus berpegang pada konsep pendidikan.

Baca juga:   Tingkatkan Aktivitas Belajar IPS melalui Model TSTS

Berdasarkan definisi di atas diperlukan perencanaan yang matang proses pembelajaran yang hendak dilaksanakan. Pemerintah merencanakan pembelajaran dan guru sebagai pelaksana dilapangan melaksanakan dengan berpedoman pada tata tertib yang disampaikan oleh pemerintah dengan memanfaatkan gadget sebagai salah satu sarana pembelajaran. Semoga siswa tetap semangat belajar di tengah pandemi ini, harapan kita semua semoga virus Korona segera sirna dari bumi kita, guru dan siswa kembali dapat bertatap muka dengan semangat yang lebih membara. (dj1/ton)

Guru IPS SMP Negeri 3 Kajen, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya