Pembelajaran Kooperatif Tipe Example Non Example Tingkatkan Hasil Belajar IPA

spot_img

RADARRSEMARANG.ID, Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi peserta didik dan memperbaiki kualitas mengajarnya.

Menurut Eggerr dan Kauchak (Wardhani 2005), model pembelajaran adalah pedoman berupa program atau strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran. Example non example merupakan metode pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media untuk menyampaikan materi pembelajaran.

Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Yogyakarta, yang langsung penulis terlibat di dalamnya atau kelas yang diajar. Pada kegiatan awal guru menyapa peserta didik, serta memulai pelajaran dengan mengucapkan salam. Kemudian mengondisikan kelas agar peserta didik siap mengikuti pelajaran. Selanjutnya guru memotivasi peserta didik agar bersemangat dalam belajar, mengikuti pembelajaran dengan baik, tidak takut untuk mengemukakan pendapat. Setelah itu guru menyampaikan apersepsi berupa tanya jawab kepada peserta didik.

Selanjutnya guru menggunakan model kooperatif tipe example non example dalam pembelajaran. Pada tahap ini, kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah dipersiapkan, yaitu penyampaian kompetensi yang akan dicapai, penyajian materi sebagai pengantar, membentuk 7 kelompok dan setiap kelompok mendapat lembar kerja kelompok yaitu menganalisa gambar yang di tempelkan di papan tulis dan di kelompoknya masing- masing, perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk menyampaikan hasil kerja kolompok, penambahan materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai, dan kesimpulan.

Baca juga:   Belajar Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan dengan Tugas Proyek

Tahap selanjutnya guru membentuk menjadi 7 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 4 anak. Setiap kelompok mendapat lembar kerja kelompok. Guru menjelaskan cara mengerjakan soal dari lembar kerja kelompok, yaitu setiap kelompok menganalisa gambar yang ditempelkan di depan kelas, dan untuk memudahkan menganalisa guru pun membagikan gambar kepada setiap kelompok dan mengerjakannya bekerjasama antar kelompok dengan berdiskusi. Tahap pemanggilan perwakilan kelompok, setiap perwakilan kelompok maju kedepan kelas untuk membacakan hasil kerja kelompoknya dan seterusnya. Pemanggilan pertama guru menawarkan kepada kelompok yang mau sukarela untuk maju kedepan kelas untuk membacakan hasil dari kerja kelompok tersebut. Dan untuk seterusnya sesuai urutan kelompok. Untuk kelompok yang jawabanya benar oleh guru bersama peserta didik yang lain diberi penghargaan berupa tepuk tangan dan kata –kata memotivasi seperti “hebat” kepada kelompok tersebut.

Tahap penambahan materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Guru menambah penjelasan materi dan memberi kesempatan kepada peserta didik agar bertanya jika ada materi yang belum dipahami. Tahap kesimpulan. guru bersama peserta didik menyimpulkan pelajaran yang telah dilakukan. Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi dan guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya materi yang belum dipahami. Kemudian guru menjelaskan kembali materi yang dirasa masih kurang oleh peserta didik. Langkah selanjutnya guru membagikan lembar kerja post test (tes akhir) untuk mengukur hasil belajar peserta didik. (dj2/ton)

Baca juga:   Asyiknya Belajar Recount Text melalui Three Mekota

Guru Kelas IV MIN 1 Yogyakarta. Yogyakarta

Author

Populer

Lainnya