Belajar Pronoun Asyik dengan Lagu Traditional

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN kurikulum 13 mengajak siswa untuk aktif dalam memperoleh pembelajaran. Guru sebagai fasilitator mencoba pelbagai macam metode dan media memenuhi kebutuhan belajar siswa agar bervariasi. Lagu mempunyai peranan penting terhadap perkembangan pembelajaran anak-anak dalam belajar second language atau Bahasa Asing. Sebuah penelitian menunjukan bahwa metode menyanyi dalam kelas pembelajaran Bahasa Inggris digunakan hampir diseluruh dunia.

Mengapa lagu digunakan dalam pembelajaran? Karena lagu dianggap sebagai alat pembelajaran yang efektif. Lagu dapat membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan listening dan pronounciation serta vocabulary. Lagu dapat memainkan peranan penting dalam mengembangkan kemampuan siswa dalan belajar Bahasa Inggris.

Lagu harus disadari sebagai alat untuk mendidik dan dianggap sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk pembelajaran Bahasa Inggris. Hal ini tentunya dilakukan dengan bentuk, contoh dan praktik. Dengan menggunakan lagu traditional dapat digunakan sebagai pengajaran beberapa jenis topic materi pelajaran Bahasa Inggris.

Ohata (2004) show the differences in vowels, consonant and syilable types that cause difficulties for Japanese learners of English. Berpendapat bahwa perbedaan vocal, konsonan dan tipe bunyi yang menyebabkan orang Jepang kesulitan mempelajari Bahasa Inggris. Mempraktikan perbedaan bunyi melalui lagu dapat lebih menarik dan menyenangkan daripada aktivitas lainnya seperti latihan berpasangan.

Baca juga:   Discovery Learning Tingkatkan Hasil Belajar Seni Budaya

Penggunaan lagu dapat memberikan kesempatan siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang budaya dan sasaran bahasa. Dengan mengadopsi lagu-lagu traditional siswa menjadi lebih mudah untuk mengingat dan menghafalkan jenis-jenis pronoun beserta artinya masing-masing.

Lagu merupakan sarana yang ampuh untuk mengatasi kebosanan siswa selama satu pekan menerima berbagai macam pelajaran. Untuk itu, sebagai guru Bahasa Inggris, penulis harus kreatif mengemas materi biar lebih menarik. Lagu traditional merupakan lagu yang tidak asing bagi siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kajen Kabupaten Pekalongan. Karena sejak SD mereka sudah tidak asing dengan lagu-lagu tersebut. Selain itu lagu traditionalpun terkadang dibuat mainan dengan teman sebaya mereka ketika mereka bermain bersama.

Materi pronoun ini merupakan materi kelas VII KD 3.2 semester satu yang bertujuan agar siswa mampu mengidentifikasi dan memahami fungsi social, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait jati diri, pendek dan sederhana sesuai dengan konteks penggunaannya.

Dimateri pronoun atau kata ganti ada yang sebagai pengganti subyek, objek, possessive, reflexive pronoun. Focus kita kali ini adalah pronoun sebagai pengganti subyek dan objek saja. Siswa diberikan materi pronoun sebagai pengganti subyek yakni : I, you, he, she, it, we, you, them. Kemudian diterjemahkan pronoun tersebut. Setelah itu sambil membaca Bahasa Inggris beserta arti sambil dinyanyikan dengan lirik lagu jawa Lir-ilir. Lagunya seperti : I saya, You kamu, he dia laki-laki, she dia perempuan, it dia benda, atau binatang. We kita atau kami, you kamu sekalian, they artinya mereka itulah kata ganti orang, kata ganti orang sebagai subjek. Kemudian lagu pronoun yang pengganti objek : me saya, you kamu, him dia laki-laki, her dia perempuan, it dia benda atau binatang. Us kita atau kami, you kamu sekalian, them artinya mereka itulah kata ganti orang, kata ganti sebagai objek.

Baca juga:   Nilai-Nilai Akhlak Al Karimah Cerpen-Cerpen Karya Ahmad Tohari

Namun dari kelebihan dan kekurangan lagu traditional ini tetap sangat membantu pemahaman materi pronoun. Terbukti hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kajen meningkat, suasana kelaspun lebih hidup,gembira dan Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung efektif. (dj1/zal)

Guru SMPN 3 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya