Belajar Asyik Materi Pencemaran dengan Model Make a Match

spot_img

RADARRSEMARANG.ID, Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan individu untuk sebuah perubahan baru secara keseluruhan sebagai pengalaman diri sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran efektif mempunyai metode yang bervariasi, sehingga menarik perhatian siswa. Untuk menarik perhatian peserta didik kelas VII b SMP Negeri 2 Patean dalam mengikuti pembelajaran materi Pencemaran, guru mencoba menggunakan model Make a Match.

Menurut Tarmizi dalam Novia (2015:12), menyatakan bahwa model pembelajaran Make a Match artinya peserta didik mencari pasangan. Setiap peserta didik mendapat sebuah kartu (bisa soal atau jawaban) lalu secepatnya mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang dipegang. Penerapan model ini dimulai dengan teknik, yaitu peserta didik disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal sebelum batas waktunya.

Langkah-langkah pembelajaran dengan model Make a Match adalah sebagai berikut: 1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik ( satu sisi berupa kartu soal dan sisi yang lain berupa kartu jawaban); 2. Setiap peserta didik mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang; 3. Peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal atau kartu jawaban); 4. Peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin; 5. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap peserta didik mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, begitu seterusnya.

Baca juga:   Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok dengan Bermain Engklek

Adapun tahapan-tahapan pelaksanaan model pembelajaran Make a Match pada materi pencemaran adalah: 1) Guru membagi peserta didik menjadi 3 kelompok, kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu-kartu berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pencemaran, kelompok kedua adalah kelompok pembawa kartu-kartu berisi jawaban, kelompok ketiga berfungsi sebagai kelompok penilai. Upayakan kelompok pertama berhadapan dengan kelompok kedua; 2) Jika masing-masing kelompok telah berada di posisi yang telah ditentukan, maka guru membunyikan peluit sebagai tanda agar kelompok pertama dan kedua bergerak mencari pasangannya masing-masing sesuai pertanyaan atau jawaban yang terdapat di kartunya. Berikan kesempatan pada peserta didik untuk berdiskusi; 3) Pasangan yang telah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaan dan jawaban kepada kelompok penilai. Kelompok penilai kemudian membaca apakah pasangan pertanyaan jawaban itu cocok, setelah penilaian selesai dilakukan, aturlah sedemikian rupa sehingga kelompok pertama dan kelompok kedua bersatu kemudian memposisikan menjadi kelompok penilai. Sementara kelompok penilai pada sesi pertama dibagi menjadi dua kelompok. Sebagian memegang lembar pertanyaan dan sebagian lagi memegang lembar jawaban: 4) Guru kembali membunyikan peluitnya kemudian pemegang kartu pertanyaan dan jawaban bergerak mencari pasangannya. Setiap pasangan kemudian menunjukkan hasil kerja kepada penilai.

Baca juga:   Merangsang Kompetensi Berbicara Bahasa Inggris Siswa dengan Metode Tebak Gambar

Selama mengikuti pembelajaran materi Pencemaran dengan model Make a Match, peserta didik terlihat antusias dan bergembira. Mereka bersemangat untuk mencari pasangan masing-masing. Peserta didik menjadi lebih aktif, kreatif dan inovatif serta meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan melatih kedisiplinan dalam proses belajar. (dj2/ton)

Guru IPA SMPN 2 Patean Kendal

Author

Populer

Lainnya