Simulasi FaLa dan LeLa membuat Belajar Fisika menjadi Mudah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam pelajaran fisika, kegiatan praktikum yang biasanya dilakukan di laboratorium merupakan hal yang penting. Namun dalam kenyataannya tidak semua praktikum yang dilakukan dilaboratorium fisika benar-benar dapat memberi pengalaman yang dapat mempermudah peserta didik dalam memahami konsep-konsep fisika. Karena materi yang dipraktikkan di laboratorium fisika memiliki karakteristik melibatkan proses dan konsep-konsep abstrak, misalnya praktikum Hukum Faraday dan Hukum Lenz.

Saat peserta didik praktikum percobaan Hukum Faraday dan Hukum Lenz menggunakan alat-alat yang tersedia di laboratorium, yakni magnet batang, kumparan, kabel, galvanometer, peserta didik hanya dapat mengamati gerakan jarum pada galvanometer ke kanan atau ke kiri, saat magnet digerakkan mendekati hingga memasuki kumparan atau digerakkan keluar dari kumparan hingga menjauhi kumparan, sebagai indikator gerakan dari arus listrik. Peserta didik tidak dapat mengamati arah gerak arus listrik dalam kumparan secara jelas.

Pada saat peserta didik menemukan soal untuk menentukan arah arus listrik dalam kumparan, atau gerakan jarum galvanometer saat kutub magnet digerak mendekati atau menjauhi kumparan, mereka masih kesulitan. Hal ini karena peserta didik kurang utuh dalam memahami konsep arah medan magnet dan arah arus listrik dalam kumparan saat magnet batang digerakkan mendekati atau menjauhi kumparan.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Gaya dan Gerak melalui PBL

Menurut Gunawan, Harjono, & Sutrio (2015) dan Mahnun (2012) penggunaan laboratorium virtual dapat membuat peserta didik berpikiran lebih terbuka dan meningkatkan motivasi mereka untuk terus mencoba menemukan konsep fisika yang diharapkan. Oleh karena itu untuk mengatasi keterbatasan dari eksperimen nyata di laboratorium tersebut perlu eksperimen lainnya yang dapat dilakukan oleh tiap peserta didik, yakni berupa praktikum secara virtual. Salah satu jenis laboratorium virtual adalah PhET. (Physics Environment Technologies).

FaLa dan LeLa adalah akronim dari Faraday’s Law dan Lenz’s Law yang merupakan bagian dari PhET simulasi fisika. FaLa dan LeLa merupakan konsep yang mendasari dalam materi Induksi Elektromagnetik. Kedua simulasi percobaan FaLa dan LeLa tersebut dapat dioperasikan dengan menggunakan beberapa variabel yang dapat diubah-ubah, dan data yang teramati dari percobaan juga lebih banyak. Data yang dapat diamati dengan menggunakan FaLa dan LeLa antara lain, arah arus listrik dalam kumparan, arah garis medan magnet dalam kumparan, arah simpangan jarum galvanometer, kecepatan gerak jarum galvanometer, tingkat terang lampu dalam rangkain. Percobaan ini juga dapat dioperasikan dengan android sehingga peserta didik dapat melakukan percobaan ini diluar jam pelajaran.

Baca juga:   Efektivitas Pentablet dalam PJJ Konsep Hukum Newton

Penggunaan FaLa dan LeLa selama pembelajaran induksi Elektomagnetik ternyata membuat peserta didik senang dan antusias mengikuti pembelajaran. Peserta didik dapat mengamati langsung percobaan yang mereka lakukan berulang kali hingga peserta didik benar-benar memahami konsep yang ada dalam percobaan itu. Setelah memakukan percobaan ternyata peserta didik dapat menjelaskan dengan benar tentang konsep yang ada pada percobaan tersebut menggunakan bahasa mereka sendiri. Dan pada saat disajikan soal tentang Hukum Faraday dan Hukum Lenz dengan berbagai variasi soal ternyata peserta didik dapat menyelesaikan dengan cepat dan benar. (pai1/ton)

Guru Fisika SMA Negeri 1 Muntilan, Kab. Magelang

Author

Populer

Lainnya