PBL, Model Pembelajaran Bermakna di Masa Pandemi Covid 19

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kondisi pandemi covid 19 ini membuat guru dan siswa terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh yang berlaku untuk semua jenjang pendidikan. Pembelajaran jarak jauh ini dilakukan dengan memperhatikan beberapa prinsip utama yaitu mengedepankan keselamatan dan kesehatan lahir batin seluruh warga sekolah dalam pelaksanaan belajar dari rumah. Belajar dari rumah memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani pencapaian ketuntasan kurikulum. Mengedepankan pola interaksi dan atau komunikasi yang positif antara pendidik dengan siswa dan orang tua.

Perlu ada yang media yang mendukung pembelajaran jarak jauh menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Media yang dipilih haruslah media yang dikenal umum, mudah digunakan, menjembatani komunikasi guru dan siswa, dan free/tidak berbayar selain tentu saja mempertimbangkan kondisi dan lokasi guru, siswa dan orangtua (susah sinyal, ekonomi dan tingkat pemahaman terhadap teknologi). Ada beberapa media/platform pembelajaran berbasis teknologi yang dapat dipilih yaitu: google suite, Edmodo, Lark suite, Kelas Maya dari Rumah Belajar, email dan media video conference.

Baca juga:   Wisata Virtual, Alternatif Media Pembelajaran Kepariwisataan di Masa Pandemi

Pemilihan media pembelajaran yang tepat akan membantu siswa dan orangtua untuk melaporkan perkembangan proyek dan berkonsultasi terhadap proyek yang dikerjakan. Model pembelajaran project based learning membutuhkan komunikasi intens antara guru, siswa dan orangtua. Seperti model pembelajaran lainnya maka model pembelajaran berbasis proyek juga melakukan serangkaian penilaian terhadap proses dan hasil akhir pembelajaran siswa.

Penilaian dilakukan pada proyek yang membutuhkan pemantauan atau monitoring yang ketat membutuhkan penilaian autentik yang mengedepankan penilaian proses namun tidak pula mengabaikan penilaian akhir. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan siswa memberikan informasi tentang sesuatu yang menjadi penyelidikannya pada materi tertentu secara jelas. Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, pendidik perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek atau skala penilaian.

Baca juga:   Lagu: Media Pembelajaran Speaking

Pada saat penilaian inilah guru menggunakan media yang tepat untuk memberikan rubrik, menerima laporan atau melakukan layanan konsultasi terhadap siswa. Contoh: rubrik penilaian atau kuesioner penyelesaian tugas siswa menggunakan google form, komunikasi pemantauan dan layanan konsultasi pengerjaan proyek siswa menggunakan grup what’s app atau video conference, dokumentasi kegiatan siswa dengan email, pengorganisasian kelas menggunakan kelas maya, google class atau Edmodo.

Penyelesaian tugas atau laporan siswa menggunakan google slide atau google site ataupun menggunakan lark docs. Selanjutnya, semua hasil siswa dihimpun menjadi sebuah portofolio siswa yang disimpan pada drive atau cloud isalnya menggunakan google drive, lark suite drive ataupun penyimpanan cloud lainnya yang tidak berbayar. Semua pemilihan media menggunakan pertimbangan kondisi dan kemampuan teknologi guru, siswa dan orang tua. (pai1/ton)

Guru SDN Gajah 2 Demak

Author

Populer

Lainnya