Tingkatkan Hasil Belajar dengan Pendekatan SAVI dan Tutor Sebaya

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KUALITAS pendidikan sangat berhubungan dengan kinerja guru dalam menjalankan profesinya sebagai pembelajar. Seorang guru selalu ditantang untuk menemukan format yang tepat dan memformulasikan dalam strategi taktis ke dalam rancangan pembelajaran yang mencerahkan, menyenangkan, dan menggali pengalaman belajar siswa dalam lingkungan budayanya. Untuk itu, perlu dilakukan suatu pola dan sistem pembelajaran yang memanfaatkan aktivitas gerak dan perbuatan siswa, sehingga akan diperoleh pemahaman materi melalui pengalaman belajar praktik empirik.

Penggunaan pembelajaran konvensional menyebabkan siswa kurang aktif, belajar menjadi monoton dan membosankan. Akibatnya hasil belajar siswa belum memuaskan. Belajar yang tidak hanya menyuruh siswa mengamati, mendengarkan, berdiri memberi komentar dan mengatur posisi tempat duduk bergerak kesana kemari, tetapi menggabungkan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual dan penggunaan semua indra dapat berpengaruh besar pada hasil pembelajaran. Model pembelajaran seperti ini dinamakan pendekatan SAVI (Dave Meier, 2005:90). Pembelajaran dengan pendekatan SAVI harus memiliki unsur-unsur, 1) Somatis, belajar dengan berbuat dan bergerak, 2) Auditori, belajar dengan berbicara dan mendengar, 3) Visual, belajar dengan mengamati dan menggambarkan, dan 4) Intelektual, belajar dengan memecahkan masalah dan merenung.

Baca juga:   Peningkatan Motivasi Belajar IPA melalui Praktikum Mandiri

Pelaksanaan pembelajaran di kelas VII D SMP Negeri 2 Sukorejo Kabupaten Kendal menggunakan pendekatan SAVI dan Tutor Sebaya sebagai berikut, 1) kegiatan pendahuluan. 2) Kegiatan inti antara lain, a) siswa diminta duduk berkelompok sesuai yang dibentuk oleh guru dan menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, b) guru membagi media pembelajaran pada tiap kelompok, c) guru mendemonstrasikan membuat contoh gambar benda bentuk kubistis dan silindris dengan teknik arsir dan bayangan di papan tulis, d) siswa diajak mengamati contoh teknik arsir dan bayangan bentuk benda tiga dimensi di papan tulis dan dari media yang telah dibagikan (visual), e) dengan bergiliran siswa diminta memberikan komentar tentang contoh media teknik arsir menggambar bentuk tiga dimensi yang dibagikan guru, sementara siswa yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian dan dicatat pada lembar komentar siswa (auditory), f) siswa diminta menyalin dan menuliskan gambar dengan teknik arsir dan bayangan pada buku catatan dengan cara sketsa sederhana seperti contoh dan media yang diberikan guru (somatis), g) siswa diminta untuk berpikir menemukan teknik-teknik arsir dan bayangan yang lebih baik pada buku gambar dengan cara sketsa sederhana (intelektual), h) siswa yang sudah selesai mengerjakan tugas diminta membimbing temannya dan berdiskusi dalam satu kelompok yang masih mengalami kesulitan (tutor sebaya), i) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa, j) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber dan memotivasi siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. Dan 3) kegiatan penutup.

Baca juga:   Meningkatkan Kompetensi Sistem AC dengan Strategi Konsep Siklus Air Hujan

Belajar dengan pendekatan SAVI dan tutor sebaya berarti menggabungkan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual dan penggunaan semua indra yang dapat berpengaruh besar pada hasil pembelajaran. Proses pembelajaran berjalan efektif sehingga membawa dampak bagi peningkatan hasil belajar dan perilaku siswa. Siswa lebih aktif selama proses pembelajaran, tidak mudah jenuh, lebih konsentrasi untuk mengikuti pembelajaran, lebih percaya diri untuk menjawab pertanyaan, lebih mampu bekerja sama dalam diskusi kelompok. (fbs1/ida)

Guru Seni Budaya SMP Negeri 2 Sukorejo, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya