Strategi Tingkatkan Kemampuan Guru dalam Membuat RPP Inovatif

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pola-pola pembinaan guru selama ini menggunakan pola ekspos fakto. Dengan stretegi kerja praktik, pembinaan akan lebih efektif karena peserta didik diberi kesempatan melaksanakan praktik dan presentasi untuk mendapatkan pengalaman belajar dan keterampilan. Pola kerja praktik juga sangat efisien, karena tidak menggunakan waktu khusus, dapat dilakukan guru kapan dan di mana saja.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu persatu pertemuan atau lebih. Permasalahan yang dihadapi para guru SD Negeri Sedayu kurang mampu dan serta tumbuhnya komitmen guru-guru dalam membuat RPP Inovatif sangat tergantung dari seberapa besar motivasi yang dimilikinya. Motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar (motivasi ekstrinsik) tetapi motivasi itu adalah tumbuh di dalam diri seseorang (motivasi instrinsik).

Tujuan dari penulis memberikan motivasi kepada guru-guru untuk membiasakan membuat RPP yang inovatif alasannya adalah karena penyusunan RPP merupakan kewajiban setiap guru di setiap satuan pendidikan dan pentrasferan ilmu ke peserta didik. RPP disusun sesuai dengan silabus dalam rangka mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik agar mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang telah ditetapkan dalam Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016. RPP menjadi pedoman bagi guru kelas maupun guru mata pelajaran dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan. Guru harus memiliki perangkat pembelajaran yang cukup agar dapat menyelenggarakan pembelajaran dengan baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, salah satunya adalah RPP. Guru dapat mengembankan RPP dilakukan sebelum awal semester dan awal tahun pelajaran dimulai.

Baca juga:   Supervisi dengan Bim-In Tingkatkan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran PBL

Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam membina kepada para pendidik atau guru dalam membuat RPP, antara lain: pertama, guru harus sepenuhnya memahami esensi dari masing-masing komponen penyusun RPP, komponen-komponen mengalami perkembangan dan perubahan dijumlah dan istilah. Kedua, guru harus membaca dan memahami isi dari peraturan yang mengatur tentang pembelajaran. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan budaya membaca. Budaya membaca didengungkan dengan istilah literasi. Ketiga, Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) RPP yang sesuai dengan karakteristik potensi siswa disetiap kelas. Mengamati RPP yang dibuat orang lain, meniru RPP yang baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Memodifikasi RPP sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Keempat, hilangkan berpikir bahwa RPP merupakan administrasi saja. Kendala ini dapat teratasi jika guru mau berubah yang dari pemahaman RPP sebagai pemenuhan administrasi menuju RPP sebagai kewajiban profesional. Dengan penerapan langkah-langkah di atas, maka dampak hasil belajar peserta didik di SD Negeri Sedayu meningkat, karena guru memiliki RPP dan proses pembelajaran yang baik pula. Peserta didik semakin semangat dalam belajar dan berpikir kritis dalam mengahadapi permasalahan dalam mengahadapi berbagai soal. (fbs1/aro)

Baca juga:   Ketika Unggah-Ungguh Siswa Mulai Pudar

Kepala SD Negeri Sidayu, Kec. Bandar, Kab. Batang

Author

Populer

Lainnya