Pembelajaran Daring Reproduksi Manusia dengan Video Pembelajaran

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 sejak Maret 2020 telah menjadikan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Termasuk pembelajaran di SMP Negeri 5 Mrebet, yang berada di kaki Gunung Slamet di Kabupaten Purbalingga. Sesederhana apapun PJJ, guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) harus hadir di depan peserta didik. Berdasarkan pemikiran tersebut, penulis menggunakan video pembelajaran sebagai salah satu media pembelajaran.

Media video yang digunakan dalam proses belajar mengajar memiliki banyak manfaat dan keuntungan. Di antaranya, dalah video merupakan pengganti alam sekitar dan dapat menunjukkan objek yang secara normal tidak dapat dilihat siswa seperti materi proses pencernaan makanan dan pernafasan, video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat dan dapat dilihat secara berulang-ulang, video juga mendorong dan meningkatkan motivasi siswa untuk tetap melihatnya. (Azhar Arsyad, 2011: 49 dalam http://www.rangkumanpustaka.com)

Langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam membuat video pembelajaran, pertama, menyiapkan materi pembelajaran. Salah satu materi pembelajaran kelas IX Semester Gasal Tahun Pelajaran 2020/2021 Kurikulum 2013 adalah KD. 3.1. Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada sistem reproduksi dengan penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi. Penulis menggunakan berbagai referensi berupa buku siswa dan buku guru, serta referensi lainnya untuk membuat materi pembelajaran dalam bentuk power point (PPT). Pada materi ini, penulis menambahkan ilustrasi gambar berwarna agar siswa bisa lebih memahami materi yang disajikan.

Baca juga:   Pembelajaran IPA Lebih Bermakna dengan Bidak

Kedua, membuat video pembelajaran dengan aplikasi perekam video. PPT yang sudah dibuat kemudian dipresentasikan dan direkam menggunakan perekam video. Setelah video pembelajaran selesai dibuat, bisa diunggah ke Youtube agar bisa dimanfaatkan oleh peserta didik secara lebih luas lagi. Video pembelajaran yang telah terunggah di Youtube kemudian penulis unggah ke blog yang penulis buat khusus untuk pembelajaran daring. Dengan mengunggah ke blog, maka video pembelajaran akan terdokumentasi secara digital dengan baik, dan tidak akan tercecer. Ketiga, membuat alat penilaian secara daring. Alat penilaian yang dibuat berupa tes tertulis secara daring menggunakan Google Form atau Office Form. Keempat, menggunakan video pembelajaran dalam pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring yang penulis lakukan menggunakan grup whatsapp, dalam pembelajaran tersebut penulis men-share link video yang sudah diunggah ke Youtube dan blog sehingga siswa mudah membukanya.

Dalam pembelajaran daring tersebut, tidak semua siswa bisa membuka link video pembelajaran karena menggunakan kuota internet. Hanya peserta didik yang memiliki kuota internet yang bisa membukanya. Sedangkan peserta didik yang tidak memiliki kuota internet yang memadai, penulis menyediakan materi dalam format power point dan pdf. Jika dengan format itu pun peserta didik tetap tidak bisa membukanya, maka penulis menyiapkan materi dalam bentuk print out. Demikian juga dengan penilaian secara daring, penulis menyiapkan print out tes tertulis bagi peserta didik yang tidak memiliki akses internet. Dengan demikian, penulis berusaha melayani pembelajaran untuk semua peserta didik dengan kondisi sosial ekonomi yang berbeda-beda. Meski ada berbagai kendala dalam pembelajaran daring, penulis bertekad memperbaikinya demi pendidikan peserta didik yang lebih baik. (fbs1/ida)

Baca juga:   Belajar Lagu Daerah melalui Video Semakin Menyenangkan

Guru IPA SMP Negeri 5 Mrebet Kabupaten Purbalingga

Author

Populer

Lainnya