Mencari Alternatif Pendekatan Mengajar Simdig di Masa Pandemi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mata Pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital (Simdig) diajarkan di SMK tahun pertama (kelas X) pada semua bidang keahlian. Pelajaran ini dirancang sebagai dasar bagi siswa untuk menguasai kompetensi-kompetensi produktif, khususnya yang berkaitan dengan ketrampilan penggunaan komputer dan peralatan TIK lainnya. Oleh karena itulah pembelajaran mata pelajaran Simdig tidak bisa lepas dari peralatan praktik komputer, program aplikasi, bahkan pada KD tertentu membutuhkan internet.

Dalam keadaan normal, pembelajaran Simdig selama ini sudah terbiasa menggunakan pendekatan blended learning. Blended learning biasa disamakan artinya dengan hybrid learning atau mixed mode learning, atau model bauran. Yaitu penggabungan antara moda daring (e-learning) dan moda luring (face to face).

Akan tetapi di masa pandemi covid-19 ini, pendekatan blended learning sulit diterapkan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang memanfaatkan media daring seperti Google class room, Zoom, Microsoft Team 365 dsb, hanya bisa mentransfer pengetahuan, tetapi sulit untuk mengajari ketrampilan karena berkaitan dengan alat (learning by doing). Sesi tatap muka yang mestinya digunakan untuk membahas dan mempraktikkan materi pelajaran tidak bisa dilaksanakan.

Baca juga:   Pendidikan Budi Pekerti Tingkatkan Kepribadian Siswa

Alih-alih melaksanakan slogan “merdeka mengajar”, alternatif lain yang mungkin bisa digunakan pada pembelajaran mapel Simdig dimasa pandemi adalah modifikasi sistem blok (block system). Pada awalnya sistem blok diterapkan di SMK untuk menjawab kebutuhan link and match dengan dunia industri. Sasarannya adalah siswa paham dan mahir secara mendalam untuk suatu kompetensi.

Dalam konteks yang lebih sempit, pendekatan sistem blok bisa diterapkan pada mata pelajaran Simdig dengan memilah materi pelajaran menjadi dua kelompok, yaitu kelompok teori dan kelompok praktik. Pada semester pertama, pembelajaran jarak jauh difokuskan pada materi yang bercorak teori, atau praktik tetapi memungkinkan siswa bisa menggunakan peralatan yang mereka miliki, misalnya android.

Adapun beberapa kompetensi dasar yang tergolong kelompok teori: 1) Menerapkan logika dan algoritma komputer, 2) Menerapkan metode peta minda, 3) Memahami konsep kewargaan digital, 4) Menerapkan teknik penelusuran Search Engine, 5) Menganalisis komunikasi sinkron dan asinkron dalam jaringan, 6) Menganalisis fitur perangkat lunak pembelajaran kolaboratif daring (Edmodo), dan 7) Merancang dokumen tahap pra-produksi.

Baca juga:   Pengaruh Keteladanan Hidup Guru PAK terhadap Karakter Siswa

Sedangkan kompetensi dasar yang tergolong kelompok praktik: 1) Mengoperasikan aplikasi pengolah kata, 2) Mengoperasikan aplikasi pengolah angka, 3) Membuat slide untuk presentasi, 4) Melakukan presentasi yang efektif, 5) Membuat e-book dengan perangkat lunak e-book editor, dan 5) Memproduksi video dan/atau animasi dan/atau musik digital.

Kompetensi dasar yang lebih banyak bermuatan teori, atau bermuatan praktik tetapi bisa menggunakan media android, disampaikan pada semester pertama dengan mengesampingkan prasyarat atau keterkaitan materi. Sedangkan kompetensi dasar yang bermuatan praktik, fokus disampaikan pada semester kedua. Mengelola informasi digital yang pada praktiknya menggunakan beberapa aplikasi perkantoran (office suite) mestinya disampaikan pada semester satu. Tetapi pada pendekatan ini materi tersebut disampaikan pada semester dua karena membutuhkan interaksi langsung antara guru dan siswa di ruang praktik. (fbs1/ton)

Guru SMK Negeri 1 Purwokerto

Author

Populer

Lainnya