Media Memory Games dalam Pembelajaran Signs and Symbols

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SEBAGIAN besar siswa mengalami kendala dalam penguasaan kosakata bahasa Inggris. Lebih merasa sulit lagi, saat guru menerangkannya dengan berbahasa Inggris. Akibatnya, siswa tidak bisa aktif dalam berkomunikasi, selain karena takut salah, juga tidak tahu kosakata apa yang ingin diungkapkan karena tidak menguasai kosakata.

Untuk itu guru dituntut kreativitasnya dalam menyampaikan materi agar tercipta pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Salah satunya dengan media permainan kartu, Memory Games yang dapat digunakan untuk mengembangkan kosakata yang bisa membantu siswa dalam mengasah ingatannya. Permainan ini terdiri atas empat kombinasi, yaitu dua gambar sama atau dua kata sama, dua kata berbeda, satu kartu untuk gambar dan satu kartu untuk kata, serta satu kartu untuk kata dan satu lagi kartu untuk teks. Dalam pembelajaran Signs annd Symbols, guru hanya menggunakan satu kombinasi saja, yaitu menggunakan kombinasi gambar dan kata. Kartu yang digunakan terdiri atas gambar dan kata, serta dibuat sedemikian rupa agar siswa tertarik mengikuti pembelajaran.

Cara Permainan Memory Games adalah pertama, guru membuat kelompok yang beranggotakan 5-6 orang. Kedua, setiap kelompok mendapatkan satu set kartu Memory Games yang telah disiapkan dalam keadaan tertutup di atas meja masing-masing kelompok. Ketiga, dalam kelompok, setiap pemain bergantian membuka kartu dan mencari pasangannya yang sesuai serta mencatatnya. Ketika pemain membuka kartu, pemain harus sambil mengucapkan isi dari kartu tersebut dengan nyaring. Jika pemain membuka pasangan kartu yang tidak tepat, maka kartu tersebut disimpan kembali di atas meja dalam keadaan tertutup. Keempat, pemenang dari permainan ini adalah kelompok yang membuka paling banyak pasangan kartu yang tepat.

Baca juga:   Pemanfaatan Film Animasi dalam Pembelajaran Writing

Suatu media pembelajaran tentu tidak ada yang sempurna begitu juga dengan media Memory Games ini di antaranya diperlukan keuletan dalam pembuatannya, khususnya dalam mendesain kartu. Kartu dibuat semenarik mungkin agar proses pembelajaran bukan hanya berjalan secara menyenangkan, namun materi dapat dengan mudah dicerna dan diingat. Dan dalam pelaksanaannya terkadang beberapa anggota dari kelompok tidak melakukan permainan sesuai aturan. Misalnya seharusnya bergantian membuka kartu, namun ada dua bahkan tiga orang sekaligus membuka kartu sehingga mengurangi fungsi permainan ini. Selain itu, media Memory Games berupa kartu lebih mudah rusak jika terkena air. Sedang kelebihannya, mudah dibawa kemana saja, mudah dalam penyajiannya, mudah disimpan karena ukurannya relatif kecil, cocok digunakan baik untuk kelompok besar ataupun kecil, serta dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa ataupun lainnya. Media Memoy Games mempunyai empat macam kombinasi permainan sehingga dalam pembuatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik materi ataupun bentuk kombinasi kartunya.

Proses pembelajaran tersebut terlihat sederhana, tapi guru maupun siswa akan merasakan manfaatnya. Siswa lebih fokus dan menikmati pembelajaran karena merasa nyaman, asyik, tidak merasa bosan atau terpaksa dalam menerima pelajaran. Guru juga merasa senang dan bangga apabila siswa-siswinya mampu menyerap pelajaran yang diajarkan. Bila tahapan sederhana ini bisa terlampaui, maka guru bisa mulai mengajarkan materi pembelajaran ke tatanan yang lebih komprehensif. Untuk itulah, rekayasa pembelajaran yang menyenangkan perlu diupayakan untuk membuang kebosanan serta kesulitan yang dihadapi siswa sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai. (on2/ida)

Baca juga:   Peran Pendidikan Olahraga dalam Meningkatkan Nilai Akademik

Guru Bahasa Inggris SMK Negeri 6 Semarang

Author

Populer

Lainnya