Vocabulary Menjadi Indah dengan Mind Mapping

spot_img

RADARSEMARANG.ID,BAHASA Inggris merupakan bahasa internasional yang sudah tidak asing lagi. Kita sering menemukan tulisan-tulisan dalam bahasa Inggris di mana-mana, bahkan hampir semua peralatan baik perkantoran, perumahaan, pendidikan ataupun yang lainnya.

Kenyataan yang ada tidak bisa kita pungkiri lagi, melihat hal demikian maka penulis yang kesehariannya sebagai pengajar dan pendidik di bangku Sekolah Menengah Pertama, yaitu di SMP Negeri 20 Semarang, sudah mencoba berbagai metode pembelajaran bagi siswa dalam usaha menjelaskan dan memudahkan siswa untuk menguasai pelajaran bahasa Inggris, baik secara tulis, baca maupun lisan.

Kita semua telah menyadari bahwa suatu tujuan pembelajaran bisa tercapai ketika siswa memperhatikan, fokus dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan yang disajikan guru. Dan kali ini saya ingin berbagi pengalaman dengan menyampaikan sebuah metode yang pernah membuat anak didik kelas VII bisa asyik sekali mengikuti kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris, yaitu dengan metode Mind Mapping. Sebenarnya ini bukan metode baru, namun kalau kita bisa mengemas dan memberikan secara detail dengan penuh inovatif pada siswa, maka mereka benar-benar enjoy dalam menuangkan ide-idenya, baik yang bersifat visual yaitu membuat gambar yang sangat menarik dengan berbagai warna tinta yang dipakai, maupun tema dari materi yang dikembangkan menjadi sub-sub bahan yang lebih kecil dan rinci. Mind Mapping merupakan sebuah metode yang saya gunakan untuk memudahkan anak-anak menghafal kosa kata, dimana penguasaan vocabulary sangat dibutuhkan sebelum mereka mendalami suatu bahasa dan melaksanakan percakapan dengan bahasa tersebut.

Baca juga:   Bridging Course Bekal Awal Penguasan Bahasa Inggris Peserta Didik

Sekilas tentang Metode Mind Mapping atau sering kali dikenal dengan “Pemetaan Pikiran”.

Mind Mapping sebenarnya sudah dikenal sejak dahulu. “Your Brain Is Like A Sleeping Giant!” begitulah ungkapan yang dikemukakan oleh Tony Buzan, seorang pakar pengembang otak kreativitas dalam pendidikan, yang juga sebagai penemu metode Mind Mapping. Menurut Beliau bahwa pemetaan pikiran merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kegiatan berpikir dari seseorang yang tadinya satu arah menjadi ke segala arah, dan dapat mengambil berbagai macam pikiran ke dalam berbagai sudut pandang, serta mengembangkan cara berfikir yang bercabang-cabang dan kreatif. (Tony Buzan. 2008:4).

Tujuan penulis menggunakan metode Mind Mapping yaitu agar siswa lebih senang dalam belajar, karena lebih cenderung bermain dan menggambar sambil menghafalkan kosa kata (Learning is fun) melalui ilustrasi yang beraneka warna guna mengaktifkan otak kanan, serta menyeimbangkan dengan otak kirinya yang dituntut untuk hafalan.

Sebagai penjelasan dalam menyampaikan pembelajaran dengan metode Mind Mapping di SMPN 20 Semarang, yaitu kita sebagai guru mempersiapkan; yang pertama, menyampaikan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Kedua, siswa menemukan konsep materi yang kita diutarakan. Ketiga, siswa membentuk kelompok kecil beranggotakan sekitar 3 orang dengan membawa kertas manila polos beserta bolpoin/spidol warna. Keempat, setiap group menuliskan ide utama di tengah kertas kosong, yang selanjutnya mendiskusi sub-sub bagian dari pengembangan ide yang sudah dituangkan sehingga membentuk cabang dan menjabarkannya lebih rinci lagi tanpa takut salah (brainstorming) serta memberikan bentuk dan warna yang menarik dari bagan gambar yang tuangkan di atas kertas terseebut. Langkah selanjutnya, setiap kelompok mempresentasikan secara bergantian. Dan yang terakhir, guru bersama siswa mengambil kesimpulan dari hasil diskusi, yang dijadikan acuan dalam mempelajarinya kembali maupun sebagai bahan hafalan siswa.

Baca juga:   Metode PAKEM Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Demikianlah sekilas gambaran penggunaan metode Mind Mapping yang telah saya lakukan bersama anak-anak yang begitu antusias dan ternyata dari respon itu, hasil pembelajaran untuk hafalan kosa kata sebagai persiapan awal sebelum anak lancar berkomunikasi meningkat secara signifikan. Dan dari pengalaman ini kemudian ditindaklanjuti secara individu sesuai kreasi masing-masing. (ips1/zal)

Guru Bahasa Inggris SMPN 20 Semarang

Author

Populer

Lainnya