Mudahnya Menulis Teks Recount Menggunakan Mind Mapping

spot_img

RADARSEMARANG.ID,BAHASA Inggris sebagai bahasa Internasional memerankan bagian yang sangat penting. Selain digunakan sebagai alat berkomunikasi juga digunakan untuk menguasai teknologi. Bahasa Inggris merupakan alat komunikasi, secara lisan dan tulis. Berkomunikasi memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan. Kemampuan berkomunikasi adalah kemampuan menghasilkan teks lisan dan tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta didik. Apabila mereka sudah mampu menguasai tiga keterampilan yang lainnya, maka mereka mampu merealisasikan keterampilan dalam bentuk tulisan.

Dalam pelaksanaan proses pembelajaran Bahasa Inggris penulis mendapatkan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 41 Semarang mengalami kesulitan dalam mencapai suatu kompetensi dasar dikarenakan dalam hal penguasaan grammar/tenses, kurangnya kosakata, belum sesuai langkah-langkah retorika, dan takut membuat kesalahan. Pada kesempatan ini penulis mencoba sebuah cara agar penguasaan grammar, kosakata meningkat serta memahami langkah-langkah retorika melalui ketrampilan menulis sehingga diharapkan peserta didik dapat menulis teks recount sederhana menggunakan model mind mapping.

Teks Recount adalah jenis text dalam Bahasa Inggris yang menceritakan tentang suatu cerita, tindakan, atau kegiatan. Biasanya, teks recount menceritakan tentang pengalaman seseorang. Ciri-ciri Teks Recount menggunakan kalimat Past Tense (lampau), seperti went, departed, would, woke up, dan sebagainya. Menggunakan adverb dan adverbial phrase untuk mengungkapkan waktu, tempat dan cara, seperti: last September, on the second day, dan sebagainya. Menggunakan conjunction dan time connectives guna mengurutkan peristiwa, seperti: and, before, then, after that.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris melalui Lagu

Banyak metode pembelajaran yang diperkenalkan oleh para pakar pendidikan, salah satunya adalah metode Mind Mapping. Metode mind mapping dikembangkan sebagai metode efektif untuk mengembangkan gagasan-gagasan melalui rangkaian peta-peta. Salah satu penggagas metode ini adalah Tony Buzan (dalam Huda 2013:307). Untuk membuat mind mapping, menurut Buzan, seseorang biasanya memulainya dengan menulis gagasan utama di tengah halaman dari situlah, peserta didik bisa membentangkannya ke seluruh arah untuk menciptakan semacam diagram yang terdiri atas kata kunci- kata kunci, frasa-frasa, konsep-konsep, fakta-fakta, dan gambar-gambar. Metode Mind Mapping juga mengembangkan secara umum berupa kata kunci yang diikuti oleh kata-kata yang berhubungan dengan gambar dan media yang lain.

Dengan menuliskan kata-kata yang berkaitan dengan gambar atau objek lain akan mempermudah peserta didik dalam menulis teks recount. Peserta didik diberikan gambar tentang sesuatu objek dapat berupa tempat bersejarah, tempat wisata, atau objek yang berhubungan budaya lokal. Langkah-langkahnya peseta didik mengamati gambar atau objek yang akan diceritakan. Peserta didik menuliskan beberapa kata kunci yang berhubungan dengan gambar atau objek yang akan diceritakan. Setelah tersusun kata-kata kunci dari objek yang diceritakan, peserta didik membuat kata-kata kunci menjadi kalimat-kalimat ini sebagai ide pokok menjadi kalimat utama. Setelah ide pokok setiap paragraf disusun, dikembangkan kedalam kerangka karangan. Kerangka berisi satu pokok pikiran dan beberapa pikiran penjelas. Setelah itu menjadi paragraf, dalam penyusunan paragraf perlu diperhatikan generic structure dari teks recount meliputi orientation, events dan reorientation. Grammar/tenses dalam bentuk lampau.
Dengan penggunaan mind mapping pembelajaran teks recount secara bertahap, berulang dan kontinyu dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menulis, keaktifan dan kreatifitas bisa menumbuhkan kemandirian belajar yang lebih baik. Mereka tidak takut untuk melakukan kesalahan dalam berlatih menulis dan lebih bersemangat dalam pelaksanaan pembelajaran. (ips1/zal)

Baca juga:   Pembelajaran Bahasa Inggris Asyik dengan Fast and Fun

Guru Bahasa Inggris SMPN 41 Semarang

Author

Populer

Lainnya