Senang Belajar Matematika dengan Think Pair Share

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Siswa di SMA Negeri 1 Karangrayung masih banyak yang beranggapan bahwa matematika itu pelajaran yang menakutkan, materinya susah dipelajari, sering ada tugas, selalu dituntut belajar sehingga tidak bisa santai. Pada saat penilaian harian hasilnya tidak maksimal, karena masih ada ketergantungan dengan teman, semangat belajarnya kurang atau tidak antusias, dan bersikap masa bodoh. Pada saat siswa diberi kesempatan untuk bertanya kebanyakan siswa hanya diam saja, berpura-pura menulis, dan selalu menghindari kontak mata dengan guru. Siswa yang mau bertanya, berpendapat, ataupun menjawab pertanyaan hanya siswa tertentu saja.

Setelah dievaluasi ternyata penyebab permasalahan di atas adalah kesalahan dalam pemilihan metode pembelajaran. Metode yang digunakan guru masih banyak yang menggunakan metode konvensional yaitu metode ceramah. Guru hendaknya menerapkan model-model pembelajaran yang membuat siswa tertarik pada pelajaran sehingga tidak bosan dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru.

Model pembelajaran Think Pair Share (TPS) adalah salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. Manfaat TPS antara lain: pertama, memungkinkan siswa untuk bekerja sendiri dan bekerja sama dengan orang lain; kedua, mengoptimalkan partisipasi siswa; dan ketiga, memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan partisipasi mereka kepada orang lain. (Miftahul Huda, 2013).

Baca juga:   Strategi Student Facilitator and Explaining Tingkatkan Pemahaman Keberagaman

Menurut Muslimin Ibrahim (2000) langkah-langkah TPS ada tiga. Langkah pertama, siswa diminta berpikir secara mandiri mengenai pertanyaan atau masalah yang diajukan. Pada tahapan ini siswa menuliskan jawaban mereka karena guru tidak dapat memantau semua jawaban siswa sehingga melalui catatan tersebut guru dapat mengetahui jawaban yang harus diperbaiki atau diluruskan diakhir pembelajaran. Pada tahap think ini mempunyai kelebihan di mana adanya “think time” atau waktu berpikir yang memberikan kesempatan kepada siwa untuk berpikir mengenai jawaban mereka sebelum pertanyaan tersebut dijawab oleh siswa lain.

Pada langkah kedua guru meminta siswa duduk berpasangan dengan siswa lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama sehingga dapat saling bertukar pikiran. Setiap pasangan saling berdiskusi mengenai hasil jawaban mereka sebelumnya sehingga hasil akhir yang didapat menjadi lebih baik, karena siswa mendapat tambahan informasi dan metodologi pemecahan masalah yang lain.

Pada langkah ketiga, guru meminta kepada pasangan untuk berbagi jawaban dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka diskusikan. Tahap ini merupakan tahap penyempurnaan tahap-tahap sebelumnya, dalam arti menolong agar semua kelompok berakhir pada titik yang sama. Kelompok yang belum menyelesaikan permasalahannya diharapkan menjadi lebih memahami pemecahan masalah yang diberikan berdasarkan penjelasan kelompok yang lain.

Baca juga:   Integrasi Imtaq dengan Materi Peluang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika kompetensi menyelesaikan masalah program linear dengan metode Think Pair Share (TPS) di SMA Negeri 1 Karangrayung berjalan dengan baik dan lancar. Pembelajaran matematika dengan TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itu disarankan kepada para guru agar menggunakan model pembelajaran TPS dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika. (gm1/ton)

Guru Matematika SMA Negeri 1 Karangrayung Kabupaten Grobogan

Author

Populer

Lainnya